Rabu, 14 Oktober 2020

dr Reisa Ingatkan Pentingnya Rutin Vaksin untuk Anak-anak & Dewasa

  Juru Bicara Satgas COVID-19 dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan masyarakat perlu mengetahui bila vaksin bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga diperlukan hingga usia dewasa. Menurutnya, mayoritas, orang Indonesia usia 19 sampai 65 tahun itu jarang sekali dikasih vaksin.

"Padahal, meski sudah dewasa, tubuh manusia tetap membutuhkan vaksin. Memang vaksin itu dari kecil ada, dewasa ada, sampai nanti lansia juga ada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).


Hal tersebut ia sampaikan dalam dialog produktif yang dilaksanakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Kamis (8/10) yang dihelat secara virtual.


Apalagi, lanjutnya, kehidupan manusia dewasa di era modern semakin dipengaruhi pekerjaan serta gaya hidup. Seperti yang telah dirasakan dan dialami bersama, vaksin berperan efektif dalam pencegahan penyakit tertentu guna melindungi diri dari risiko fatal.


"Jadi, orang dewasa juga tetap harus divaksinasi atau vaksin ulang. Utamanya ada lima seperti yang wajib yang seperti pemerintah sarankan," tambahnya.


Ia juga menegaskan vaksin harus dilakukan secara rutin karena tidak semua vaksin itu memberikan proteksi seumur hidup. Contohnya seperti vaksin tetanus toxoid yang harus di-boost setiap 10 tahun sekali. Kemudian ada vaksin influenza yang setiap tahun harus divaksin ulang.


"Saat ini, hanya vaksin Hepatitis B saja yang mampu memproteksi seumur hidup. Selain itu, untuk usia di atas 60 tahun sudah harus ditambah vaksin-vaksin yang memang disarankan untuk lansia, misalnya PCV," jelasnya.


Dokter Reisa mengingatkan pada masyarakat tentang perlunya memperhatikan jadwal vaksin rutin, wajib, dan tambahan yang direkomendasikan oleh pemerintah.


"Apakah sudah dilakukan dengan baik? Jangan sampai kita nanti kena dobel wabahnya karena tidak rutin vaksin. Jadi, tetap upayakan untuk datang serta lengkapi jadwal vaksinasi dan imunisasi. Dan ingat, tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi. Proteksi sejak dini untuk masa depan yang menyehatkan," pungkasnya.

https://nonton08.com/a-turtles-tale-2-sammys-escape-from-paradise/


Kasus Melonjak Hadapi Gelombang 3 COVID-19, Malaysia Perketat Pembatasan!


Kementerian Kesehatan Malaysia beberapa waktu lalu mengaku negaranya tengah menghadapi gelombang ketiga virus Corona. Gelombang baru disebut berkaitan dengan wabah Corona di Sabah.

"Kami sekarang telah memasuki gelombang ketiga COVID-19," sebut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan dalam sebuah postingan Facebook pada hari Kamis, dikutip dari Channel News Asia.


Kasus COVID-19 di Malaysia dilaporkan meningkat pada Senin (12/10/2020). Maka dari itu, Conditional Movement Control Order (CMCO) atau pembatasan diperketat di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya.


Pembatasan yang diperketat ini mulai berlaku sejak 14 Oktober hingga 27 Oktober. Dalam konferensi pers, Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa pertemuan khusus dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) menemukan bahwa kasus di tiga tempat telah meningkat menjadi 'mengkhawatirkan'.


"Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan mempertimbangkan peningkatan kasus dan penyebaran virus di daerah seperti Petaling, Klang dan Gombak, (pembatasan ketat) ini diputuskan," sebutnya.


"Oleh karena itu untuk memutus rantai penularan, pertemuan khusus hari ini dengan NSC telah menyepakati bahwa CMCO akan diberlakukan di Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya efektif pukul 12.01 pagi pada 14 Oktober hingga 27 Oktober," ujar Ismail.


Apa saja kegiatan yang kembali dilarang?

Ismail menjelaskan, kegiatan yang dilarang termasuk perjalanan antarkabupaten. Dia menambahkan bahwa mereka yang perlu melakukan perjalanan harus memiliki surat dari majikan atau surat izin kerja.


"Selain itu, hanya dua orang dari setiap rumah tangga yang diperbolehkan keluar rumah untuk mengambil kebutuhan," jelasnya.


"Sekolah, tempat penitipan anak, taman umum dan pusat rekreasi akan ditutup, begitu juga kuil, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Selain itu, pernikahan dan pertemuan sosial tidak akan diizinkan dan pub dan klub malam juga tidak dapat beroperasi," katanya.


Namun, Ismail Sabri mengatakan bahwa sektor ekonomi akan dibiarkan terus beroperasi. Dia menambahkan bahwa versi SOP yang lebih rinci akan segera diperbarui.


Malaysia saat ini sedang dalam fase pemulihan movement control order (MCO), yang diterapkan sejak 18 Maret untuk mengekang penyebaran virus Corona. Pembatasan sebagian besar berkurang dalam fase pemulihan MCO, yang membuat kehidupan sehari-hari hampir kembali normal.


Sekolah-sekolah sebelumnya telah dibuka kembali dan bisnis telah diizinkan untuk kembali beroperasi, sementara perjalanan domestik didorong untuk membantu menghidupkan kembali industri pariwisata.

https://nonton08.com/the-odd-family-zombie-on-sale/

Awas! 94 Wilayah Ini Sudah 6 Pekan Bertahan di Zona Oranye COVID-19

  Sampai hari ini, pandemi Corona masih terus mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sudah banyak kabupaten dan kota yang terpapar virus tersebut.

Bahkan ada 94 kabupaten kota yang masih tetap berada di zona oranye atau zona sedang COVID-19 selama 6 minggu berturut-turut. Tetapi, juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menegaskan untuk tidak langsung berpuas diri.


"Kami mohon pada seluruh kabupaten-kota bahwa jangan berpuas diri hanya karena tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan," kata Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Selasa (13/10/2020).


Berikut sebaran 94 kabupaten dan kota yang masih bertahan di zona oranye selama 6 minggu berturut-turut.


1. Aceh

- Aceh Tamiang

- Aceh Tengah

- Aceh Utara

- Bener Meriah

- Kota Langsa

- Kota Subussalam


2. Sumatera Utara

- Asahan

- Karo

- Kota Padang Sidimpuan

- Kota Pematangsiantar

- Lubuhanbatu

- Padang Lawas

- Padang Lawas Utara

- Pakpak Bharat

- Samosir

- Serdang Bedagai

- Simalungun

- Toba Samosir


3. Riau

- Rokan Hulu


4. Sumatera Barat

- Kota Solok

- Lima Puluh Kota

- Pasaman Barat


5. Kepulauan Riau

- Bintan


6. Sumatera Selatan

- Banyuasin

- Kota Palembang

- Kota Prabumulih

- Ogan Komering Ulu


7. Bengkulu

- Kota Bengkulu

- Rejang Lebong


8. Lampung

- Bandar Lampung


9. Banten

- Lebak

- Pandeglang


10. Kalimantan Tengah

- Gunung Mas

- Kapuas

- Katingan

- Murung Raya

- Pulang Pisau


11. Kalimantan Utara

- Bulungan


12. Kalimantan Timur

- Paser


13. Kalimantan Selatan

- Hulu Sungai Selatan

- Kota Banjarbaru

- Tanah Bumbu


14. Jawa Barat

- Bogor


15. Jawa Tengah

- Batang

- Demak

- Grobogan

- Jepara

- Karanganyar

- Klaten

- Kota Magelang

- Kota Salatiga

- Purworejo

- Sragen

- Temanggung


16. Jawa Timur

- Blitar

- Bondowoso

- Gresik

- Jember

- Jombang

- Kota Madiun

- Kota Surabaya

- Lamongan

- Magetan

- Nganjuk

- Ponorogo


17. DI Yogyakarta

- Bantul

- Kota Yogyakarta

- Kulon Progo


18. NTB

- Lombok Barat


19. Sulawesi Barat

- Mamuju


20. Sulawesi Tengah

- Donggala


21. Gorontalo

- Boalemo

- Gorontalo

- Gorontalo Utara

- Pahuwato


22. Sulaesi Tenggara

- Buton

- Buton Selatan

- Buton Tengah

- Konawe Selatan

- Kota Bau Bau


23. Sulawesi Selatan

- Gowa

- Luwu Utara

- Maros

- Pangkajene dan kepulauan

- Sinjai


24. Sulawesi Utara

- Kota Bitung

- Kota Kota Mobagu

- Kota Tomohon

- Minahasa Selatan


25. Maluku Utara

- Haimahera Utara

- Kota Ternate

- Kota Tidore Kepulauan


26. Papua Barat

- Maybrat


27. Papua

- Keerom


"Jika terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi berpindah menjadi zona merah," ujar Prof Wiku.

https://nonton08.com/the-whispers/


dr Reisa Ingatkan Pentingnya Rutin Vaksin untuk Anak-anak & Dewasa


 Juru Bicara Satgas COVID-19 dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan masyarakat perlu mengetahui bila vaksin bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga diperlukan hingga usia dewasa. Menurutnya, mayoritas, orang Indonesia usia 19 sampai 65 tahun itu jarang sekali dikasih vaksin.

"Padahal, meski sudah dewasa, tubuh manusia tetap membutuhkan vaksin. Memang vaksin itu dari kecil ada, dewasa ada, sampai nanti lansia juga ada," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).


Hal tersebut ia sampaikan dalam dialog produktif yang dilaksanakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Kamis (8/10) yang dihelat secara virtual.


Apalagi, lanjutnya, kehidupan manusia dewasa di era modern semakin dipengaruhi pekerjaan serta gaya hidup. Seperti yang telah dirasakan dan dialami bersama, vaksin berperan efektif dalam pencegahan penyakit tertentu guna melindungi diri dari risiko fatal.


"Jadi, orang dewasa juga tetap harus divaksinasi atau vaksin ulang. Utamanya ada lima seperti yang wajib yang seperti pemerintah sarankan," tambahnya.


Ia juga menegaskan vaksin harus dilakukan secara rutin karena tidak semua vaksin itu memberikan proteksi seumur hidup. Contohnya seperti vaksin tetanus toxoid yang harus di-boost setiap 10 tahun sekali. Kemudian ada vaksin influenza yang setiap tahun harus divaksin ulang.


"Saat ini, hanya vaksin Hepatitis B saja yang mampu memproteksi seumur hidup. Selain itu, untuk usia di atas 60 tahun sudah harus ditambah vaksin-vaksin yang memang disarankan untuk lansia, misalnya PCV," jelasnya.


Dokter Reisa mengingatkan pada masyarakat tentang perlunya memperhatikan jadwal vaksin rutin, wajib, dan tambahan yang direkomendasikan oleh pemerintah.


"Apakah sudah dilakukan dengan baik? Jangan sampai kita nanti kena dobel wabahnya karena tidak rutin vaksin. Jadi, tetap upayakan untuk datang serta lengkapi jadwal vaksinasi dan imunisasi. Dan ingat, tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi. Proteksi sejak dini untuk masa depan yang menyehatkan," pungkasnya.

https://nonton08.com/momol-nights/