Rabu, 14 Oktober 2020

4 Fakta Vaksin COVID-19 yang Tiba di Indonesia November 2020

 Pemerintah Indonesia berencana memulai program vaksin COVID-19 pada November mendatang. Disebutkan, ada tiga kandidat vaksin yang akan datang, yakni Cansino, Sinovac, dan G42/Sinopharm.

Menurut keterangan di situs maritim.go.id, tim dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Kesehatan, MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan Bio Farma akan berangkat ke China pada 14 Oktober untuk melihat fasilitas produksi dan kehalalan produk vaksin COVID-19 Cansino dan Sinovac.


Sementara itu, data uji klinis vaksin G42/Sinopharm akan diambil langsung di Uni Arab Emirates (UAE).


Dirangkum detikcom, berikut 4 fakta tentang tiga vaksin COVID-19 yang akan datang di Indonesia pada bulan November 2020.


1. Jumlah dosis vaksin beragam

Sebanyak 6,6 juta dosis vaksin COVID-19 dari tiga kandidat vaksin tersebut akan tiba di Indonesia pada November, berikut daftarnya.


Cansino

Cansino menyanggupi 100.000 dosis vaksin(single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

https://nonton08.com/before-the-flood/


Sinovac

Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Pengirimannya dibagi dua tahap, yakni 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020.


G42/Sinopharm

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, 5 juga dosis di antaranya akan tiba di bulan November 2020.


2. Kelompok garda terdepan jadi prioritas

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, vaksinasi COVID-19 akan diprioritaskan pada kelompok tenaga kesehatan, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik.


Lebih lanjut, bagi kelompok garda terdepan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh pemerintah, termasuk para peserta penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.


"Mereka yang di garda terdepan dan peserta penerima bantuan iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," ujar Terawan.


3. Kehalalan vaksin masih dipastikan

Sejumlah tim dari BPOM, Kemenkes, hingga MUI akan berangkat ke China untuk memastikan kehalalan produk COVID-19 Cansino dan Sinovac. Untuk vaksin G42/Sinopharm di UAE, dikabarkan tidak ada masalah dengan kehalalan vaksin.


"MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Senin (12/10/2020).


Meksi begitu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku sudah membicarakan tentang kehalalan vaksin COVID-19 dengan MUI.


"Terkait dengan halal, sudah dibahas dengan MUI, insya allah karena untuk pandemi COVID-19, semuanya Insyaallah halal, halalan thayyiban," jelas Airlangga dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube Senin (12/10/2020).


4. Suntik vaksin disebut mulai Desember 2020

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting menyebut suntik vaksin COVID-19 akan dimulai secara bertahap pada Desember 2020.


"Desember (suntik vaksin), akan dilakukan secara bertahap," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/10/2020).


Pemerintah pun masih membahas tahapan yang akan dilalui dalam pelaksanaan vaksinasi, dari persiapan teknis, logistik, hingga komunikasi.


"Jadi kan untuk persiapan tindakan (suntik vaksin) banyak yang harus dilihat, ada kriteria inklusi-eksklusi, kalau dia lagi demam ya ditunda, kalau daerah tingkat penularan tinggi ya dikonsolidasi dulu, kalau ada bencana kita konsolidasikan dulu, itu harus diperhatikan," katanya.

https://nonton08.com/nikah-yuk/

Kasus Melonjak Hadapi Gelombang 3 COVID-19, Malaysia Perketat Pembatasan!

 Kementerian Kesehatan Malaysia beberapa waktu lalu mengaku negaranya tengah menghadapi gelombang ketiga virus Corona. Gelombang baru disebut berkaitan dengan wabah Corona di Sabah.

"Kami sekarang telah memasuki gelombang ketiga COVID-19," sebut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan dalam sebuah postingan Facebook pada hari Kamis, dikutip dari Channel News Asia.


Kasus COVID-19 di Malaysia dilaporkan meningkat pada Senin (12/10/2020). Maka dari itu, Conditional Movement Control Order (CMCO) atau pembatasan diperketat di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya.


Pembatasan yang diperketat ini mulai berlaku sejak 14 Oktober hingga 27 Oktober. Dalam konferensi pers, Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa pertemuan khusus dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) menemukan bahwa kasus di tiga tempat telah meningkat menjadi 'mengkhawatirkan'.

https://nonton08.com/good-sister-in-law/


"Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan mempertimbangkan peningkatan kasus dan penyebaran virus di daerah seperti Petaling, Klang dan Gombak, (pembatasan ketat) ini diputuskan," sebutnya.


"Oleh karena itu untuk memutus rantai penularan, pertemuan khusus hari ini dengan NSC telah menyepakati bahwa CMCO akan diberlakukan di Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya efektif pukul 12.01 pagi pada 14 Oktober hingga 27 Oktober," ujar Ismail.


Apa saja kegiatan yang kembali dilarang?

Ismail menjelaskan, kegiatan yang dilarang termasuk perjalanan antarkabupaten. Dia menambahkan bahwa mereka yang perlu melakukan perjalanan harus memiliki surat dari majikan atau surat izin kerja.


"Selain itu, hanya dua orang dari setiap rumah tangga yang diperbolehkan keluar rumah untuk mengambil kebutuhan," jelasnya.


"Sekolah, tempat penitipan anak, taman umum dan pusat rekreasi akan ditutup, begitu juga kuil, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Selain itu, pernikahan dan pertemuan sosial tidak akan diizinkan dan pub dan klub malam juga tidak dapat beroperasi," katanya.


Namun, Ismail Sabri mengatakan bahwa sektor ekonomi akan dibiarkan terus beroperasi. Dia menambahkan bahwa versi SOP yang lebih rinci akan segera diperbarui.


Malaysia saat ini sedang dalam fase pemulihan movement control order (MCO), yang diterapkan sejak 18 Maret untuk mengekang penyebaran virus Corona. Pembatasan sebagian besar berkurang dalam fase pemulihan MCO, yang membuat kehidupan sehari-hari hampir kembali normal.


Sekolah-sekolah sebelumnya telah dibuka kembali dan bisnis telah diizinkan untuk kembali beroperasi, sementara perjalanan domestik didorong untuk membantu menghidupkan kembali industri pariwisata.


Kembali pada bulan Mei ketika Muhyiddin mengumumkan transisi negara MCO, pergerakan antarnegara masih dilarang meskipun sebagian besar sektor ekonomi telah dibuka kembali pada saat itu.


Beberapa yang tetap tertutup adalah pertemuan massal, di mana jarak sosial akan lebih sulit untuk diterapkan, seperti pusat hiburan, termasuk bioskop dan klub malam, pusat pijat refleksi, dan juga bazar perayaan selama Ramadhan.


Industri pariwisata itu sendiri perlahan-lahan akan pulih, karena pemerintah secara bertahap membuka kembali ekonomi Malaysia lebih jauh, pertama dengan mengizinkan perjalanan antarnegara bagian pada 10 Juni.

https://nonton08.com/house-of-wolves/