Selasa, 17 November 2020

Rusia Juga Klaim Vaksin Buatannya 90 Persen Efektif Cegah COVID-19

 Pihak Kementerian Kesehatan Rusia mengklaim vaksin COVID-19 Sputnik V yang mereka kembangkan lebih dari 90 persen efektif cegah Corona.

Komentar ini menyusul pernyataan yang dikeluarkan oleh Pfizer dan BioNTech yang mengatakan vaksin COVID-19 eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif.


"Kami bertanggung jawab memantau efektivitas vaksin Sputnik V di antara warga yang telah menerimanya sebagai bagian dari program vaksinasi massal," kata Oksana Drapkina, direktur lembaga penelitian di bawah kementerian kesehatan, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia.


"Dari pengamatan kami, jumlahnya juga lebih dari 90 persen. Kemunculan vaksin lain yang efektif, ini adalah kabar baik bagi semua orang," lanjut Drapkina.


Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan semua vaksin COVID-19 yang dikembangkan Rusia efektif, menambahkan bahwa negara itu akan segera melakukan suntikan ketiga untuk melawan virus tersebut.


Klaim Rusia banyak diragukan oleh para ahli, sebab efektivitas yang dimaksud didasarkan pada data yang dikumpulkan dari vaksinasi publik, bukan dari uji coba yang sedang berlangsung.

https://cinemamovie28.com/movies/dragon-the-bruce-lee-story/


Hari Jomblo Sedunia 11 November, Sejarah dan Manfaat Melajang


 Hari jomblo sedunia adalah hari yang diperingati setiap tanggal 11 November. Ternyata peringatan hari tersebut kemudian berkembang menjadi Hari Belanja.

Pada awalnya, hari tersebut merupakan Hari Bujangan. Perayaannya terjadi di musim liburan dan belanja tidak resmi China. Orang-orang yang merayakan hari ini adalah mereka yang sedang tidak menjalin hubungan, atau jomblo.


Hari Jomblo di China sebenarnya disebut juga dengan Hari Sarjana. Berasal dari Universitas Nanjing pada tahun 1993. Lalu perayaan Hari Jomblo menyebar ke beberapa universitas lain di Nanjing selama tahun 1990-an.


Pada tahun tersebut, Singles Day berfungsi sebagai kesempatan bagi para lajang untuk bertemu dan untuk mengadakan pesta. Hari raya ini awalnya hanya dirayakan oleh para pemuda single, sehingga dinamai "Hari Bujangan". Akan tetapi, sekarang banyak dirayakan oleh kedua jenis kelamin.


Dikutip dari laman Insider, berikut beberapa manfaat kesehatan menjadi jomblo.


1. Mempunyai support system lebih besar

Orang yang pacaran mungkin selalu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pasangannya. Tapi seseorang yang jomblo juga punya banyak orang yang selalu siap sedia buatnya lho, baik sahabat maupun keluarga. Biasanya, yang jomblo juga cenderung mendapatkan bantuan dan dukungan dibanding mereka yang punya pasangan.


2. Tidak stres memikirkan keuangan

Seseorang yang jomblo secara umum lebih bebas secara sosial maupun finansial. Sebuah studi Debt menunjukkan bahwa orang jomblo cenderung tak berminat membuat kartu kredit, ditandai jumlah yang berminat hanya 21 persen dari keseluruhan pengguna kartu kredit.


Sebaliknya, studi yang sama mencatat 27 persen pengguna kartu kredit merupakan orang yang sudah memiliki pasangan. Ditambah dengan pasangan yang sudah memiliki anak 36 persen.


Tanpa kartu kredit berarti tidak punya utang, Ingat! Utang bisa mempengaruhi kesehatan juga lho. Di antaranya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

https://cinemamovie28.com/movies/worry-dolls/

Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer Vs Sinovac, Ini Perbandingannya

 Pencarian vaksin COVID-19 masih terus dikebut. Salah satunya yang dinilai cukup menjanjikan adalah kandidat vaksin buatan perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech yang diklaim 90 persen efektif.

Seperti halnya vaksin lainnya, vaksin virus Corona sampai saat ini masih terus diteliti terkait efektivitasnya dan juga efek samping. Ini untuk mengetahui apakah ada efek samping yang muncul setelah diberikan suntikan vaksin tersebut.


Berikut beberapa vaksin COVID-19 yang sampai saat ini telah melaporkan adanya efek samping ringan pada relawannya, setelah disuntikkan.


1. BNT162b2 buatan Pfizer

Berdasarkan keterangan para relawan yang mendapatkan suntikan pertama vaksin BNT162b2 yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech, ada beberapa efek samping yang muncul. Beberapa dari 43.500 relawan merasakan efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot, seperti yang muncul setelah melakukan vaksin flu.


Dua relawan yang diketahui bernama Glenn Deshields (44) dari Austin, Texas dan Carrie (45) dari Missouri juga mengalaminya. Glenn merasakan 'pengar yang parah' dan rasa seperti mabuk, tapi efek samping tersebut menghilang dengan cepat.


Sementara Carrie mengatakan dirinya merasakan efek samping berupa sakit kepala, nyeri di tubuh, hingga demam. Carrie mengaku mulai merasakannya setelah mendapat suntikan pertamanya pada bulan September lalu.


"Efek sampingnya tampak meningkat setelah dosis kedua bulan lalu," jelasnya yang dikutip dari Express UK, Rabu (11/11/2020).


Saat pemberian vaksin ini, para relawan tidak mengetahui apakah mereka menerima plasebo atau vaksin. Tapi, Carrie yakin efek samping ini ia rasakan setelah penyuntikkan.


2. CoronaVac buatan Sinovac

Dikutip dari Reuters, vaksin CoronaVac juga dilaporkan menyebabkan efek samping ringan pada relawannya. Sejauh ini, vaksin yang dikembangkan Sinovac tersebut diklaim aman berdasarkan data awal uji klinis tahap akhir di Brasil.


Tetapi, direktur Butantan Dimas Covas mengatakan data tentang seberapa efektif vaksin itu tidak akan dirilis sampai uji coba selesai pada 13.000 sukarelawan.


Meski begitu, Covas mengatakan vaksin ini tidak memberikan efek samping yang parah.


Covas menjelaskan sekitar 20 persen relawan mengalami nyeri ringan akibat suntikan. Sementara 15 persen melaporkan merasakan sakit kepala setelah pemberian dosis pertama, tapi turun menjadi 10 persen untuk dosis kedua. Sementara sebanyak 5 persen relawan melaporkan merasa mual, kelelahan, bahkan nyeri otot.

https://cinemamovie28.com/movies/farewell-my-concubine/


Rusia Juga Klaim Vaksin Buatannya 90 Persen Efektif Cegah COVID-19


Pihak Kementerian Kesehatan Rusia mengklaim vaksin COVID-19 Sputnik V yang mereka kembangkan lebih dari 90 persen efektif cegah Corona.

Komentar ini menyusul pernyataan yang dikeluarkan oleh Pfizer dan BioNTech yang mengatakan vaksin COVID-19 eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif.


"Kami bertanggung jawab memantau efektivitas vaksin Sputnik V di antara warga yang telah menerimanya sebagai bagian dari program vaksinasi massal," kata Oksana Drapkina, direktur lembaga penelitian di bawah kementerian kesehatan, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia.


"Dari pengamatan kami, jumlahnya juga lebih dari 90 persen. Kemunculan vaksin lain yang efektif, ini adalah kabar baik bagi semua orang," lanjut Drapkina.


Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan semua vaksin COVID-19 yang dikembangkan Rusia efektif, menambahkan bahwa negara itu akan segera melakukan suntikan ketiga untuk melawan virus tersebut.


Klaim Rusia banyak diragukan oleh para ahli, sebab efektivitas yang dimaksud didasarkan pada data yang dikumpulkan dari vaksinasi publik, bukan dari uji coba yang sedang berlangsung.

https://cinemamovie28.com/movies/saving-general-yang/