Rabu, 18 November 2020

Sempat Ditunda, Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Brasil Dilanjutkan Lagi

 Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, akhirnya mengizinkan uji klinis tahap akhir untuk vaksin COVID-19 Sinovac, China, kembali dilanjutkan. Uji klinis vaksin ini sempat ditangguhkan karena kematian seorang relawan yang terdaftar di Sao Paulo yang disebabkan karena bunuh diri.

Menurut penyelenggara persidangan, langkah penangguhan tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Ini karena kematian relawan tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin yang tengah diuji.


Melalui sebuah pernyataan, Institut medis Brasil Butantan mengatakan bahwa pihaknya akan memulai kembali uji klinis vaksin tersebut pada Rabu malam.


"Setelah mengevaluasi data baru yang dijadikan oleh sponsor, Anvisa memahami bahwa itu memiliki alasan yang cukup memungkinkan untuk memulainya kembali," tulis Anvisa melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari laman Global News, Kamis (12/11/2020).


"Penting untuk diklarifikasi bahwa penangguhan ini tidak selalu berarti bahwa produk yang sedang diselidiki tidak menawarkan kualitas, keamanan, atau kemanjuran," lanjutnya.


Sinovac juga menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka yakin dengan keamanan vaksin COVID-19 yang dikembangkannya. Mereka sepenuhnya memahami dan menghargai pengawasan ketat yang dilakukan Anvisa, sehingga uji klinis ini bisa dimulai kembali.

https://nonton08.com/movies/jurassic-park-iii/


CDC Perbarui Pedoman, Ini Masker Aman dan yang Dilarang Dipakai Cegah COVID-19


Pedoman soal masker sejak wabah Corona merebak banyak berubah, dari yang awalnya tak disarankan hingga kini wajib dipakai untuk melindungi orang lain terpapar COVID-19. Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali memperbarui pedoman.

CDC secara resmi menyebut masker tak hanya melindungi orang lain, tetapi diri kita sendiri dari risiko tertular COVID-19, demikian pedoman baru CDC.


"Semakin banyak bukti bahwa masker bekerja dalam hal menurunkan risiko bagi semua orang," kata peneliti kesehatan lingkungan Harvard Joseph Gardner Allen, Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari CNN International.


Bukti COVID-19 bisa bertahan di udara juga memicu pertanyaan masker seperti apa yang memberi perlindungan terbaik dari COVID-19.


Masker jenis apa yang paling baik mencegah COVID-19 berdasarkan pedoman CDC?

Panduan baru CDC menyebut masker kain berbahan katun dengan jumlah benang yang tinggi menjadi pilihan yang baik melindungi diri dari COVID-19.


"Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun," sebut CDC dalam pedoman barunya.


Bagaimana cara memastikan masker efektif?

"Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan, jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif," sebut CDC.


Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masker satu lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih rendah. Apa buktinya?


"Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron," sebut CDC.


"Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan. setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber," tegas CDC.

https://nonton08.com/movies/the-lost-world-jurassic-park/

Olahraga Pagi atau Malam Hari? Ini Plus Minusnya

  Olahraga rutin dengan waktu dan cara yang tepat dapat menyehatkan tubuh. Biasanya, orang melakukan olahraga untuk membakar kalori guna menurunkan berat badan, maupun untuk membuang racun-racun dalam tubuh setelah beraktivitas seharian.

Rutinitas pagi yang diawali dengan berolahraga membuat tubuh lebih berenergi dan produktif di siang hari. Namun, jika rutinitas olahraga di pagi hari bukan menjadi prioritas utama, waktu sore dapat menjadi pilihan terbaik khususnya olahraga dengan intensitas yang tinggi.


Dikutip dari Insider, berikut pilihan waktu untuk berolahraga dan manfaat olahraga di pagi, sore, maupun malam hari.


1. Olahraga di pagi hari

Berolahraga di pagi hari dapat membantu tidur lebih nyaman dan nyenyak. Olahraga memiliki hubungan yang kuat dengan ritme sirkadian, yaitu proses internal yang mengatur kapan waktu untuk makan, tidur, hingga bangun tidur. Aktivitas fisik menjaga ritme sirkadian tetap pada jalurnya. Ritme sirkadian dapat memengaruhi kinerja fisik yang dilakukan. Berkeringat di pagi hari dapat melepaskan melatonin yang dapat menjaga siklus bangun-tidur.

https://kamumovie28.com/movies/the-perfect-host/


Sebuah studi yang ditebitkan pada 2014 di Vascular Health Risk Management menemukan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari tidur lebih nyenyak, dibandingkan dengan berolahrga di sore atau malam hari. Olahraga di pagi hari juga dapat membuat hari lebih tenang karena pembakaran adrenaline dan meningkatkan hormon endorfin. Selain itu, berolahraga di pagi hari bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan dapat menurutkan berat badan.


2. Olahraga di sore hari

Olahraga sore membantu meningkatkan kinerja sehari-hari. Menjelang siang, kadar kortisol dan testosteron membantu otot memproses energi dengan lebih efisien. Profesor University of South Carolina Shawn Arent menyebut banyaknya karbohidrat yang dikonsumsi saat siang hari, dapat menjadi sumber utama energi untuk berolahraga.


Sore hari adalah pilihan terbaik untuk berolahraga bagi mereka yang tidur larut malam. Keringat yang dikeluarkan saat berolahraga di sore hari dapat membantu proses bangun tidur yang biasanya sulit dilakukan kebanyakan orang.


3. Olahraga di malam hari

Beberapa orang mungkin lebih energik jika melakukan aktivitas seperti olahraga saat malam hari. Olahraga yang dilakukan saat malam dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sebuah studi pada 2019 yang diterbitkan Cell Metabolism, oksigen yang digunakan selama olahraga di malam hari lebih sedikit dibandingkan saat waktu lainnya. Penggunaan oksigen yang lebih sedikit, menurunkan detak jantung dan membuat olahraga jadi kurang intens. Lari beberapa putaran dapat dilakukan saat melakukan olahraga di malam hari.


Kegiatan berolahraga saat malam membantu menghilangkan stres. Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Sports Psychology mendukung pernyataan tersebut. Satu gerakan badan dapat mengurangi kecemasan. Rasa cemas sering kali memperburuk insomnia. Hindari berolahraga dengan jarak waktu yang terlalu dekat dengan jam tidur.


Pelatih Lari yang juga Pengajar Sports and Exercise Science the University of Minnesota Christopher Lundstrom mengatakan mengakhiri hari dengan aktivitas santai seperti yoga adalah cara yang bagus untuk menyatukan latihan meditasi yang menenangkan dengan olahraga yang kuat saat pagi hari.

https://kamumovie28.com/movies/the-uninvited-guest-2/