Rabu, 18 November 2020

Ilmuwan Ungkap Gen Misterius Tersembunyi pada Virus Corona

 Ilmuwan mengungkap gen misterius pada virus Corona COVID-19. Gen tersebut terlihat dalam kode genetik virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Gen ini ditemukan dalam bagian yang hampir tersembunyi dari genom virus.

Dikutip dari Live Science, gen yang baru diidentifikasi ini disebut ORF3d, contoh dari apa yang disebut gen 'tumpang tindih'. Bagaimana maksudnya?


"Sejenis 'gen di dalam gen' yang secara efektif tersembunyi dalam untaian nukleotida, karena caranya tumpang tindih dengan urutan kode dari gen lain," jelas para peneliti.


"Dalam hal ukuran genom, SARS-CoV-2 dan kerabatnya termasuk di antara virus RNA terpanjang yang ada. Dengan demikian mereka (COVID-19) mungkin lebih rentan terhadap 'tipu muslihat genom' daripada virus RNA lainnya," kata ahli bioinformatika Chase Nelson.


Jadi penemuan penting upaya menghentikan COVID-19

Para ilmuwan telah berlomba untuk memahami sebanyak mungkin tentang COVID-19 yang mewabah sejak akhir tahun lalu. Sementara itu, beberapa aspek dari susunan genetiknya telah menjelaskan bukti kuat bahwa virus itu tidak 'dibuat di laboratorium'.


"Gen tumpang tindih yang hilang menempatkan kita dalam risiko mengabaikan aspek penting biologi virus," kata Nelson.


"Gen yang tumpang tindih mungkin menjadi salah satu dari banyak cara di mana virus Corona telah berevolusi untuk mereplikasi secara efisien, menggagalkan kekebalan tubuh, atau menularkan diri," jelas para peneliti.


Sebelumnya ditemukan hanya dalam satu varian

Para peneliti menemukan gen tersebut telah diidentifikasi sebelumnya, tetapi hanya dalam satu varian virus Corona di trenggiling. Ditemukan di Guangxi, China.


Memiliki respons antibodi yang kuat

Satu hal yang para peneliti ketahui tentang gen misterius, berdasarkan penelitian sebelumnya dengan pasien COVID-19, gen ORF3d memang memperoleh respons antibodi yang kuat. Selebihnya, mereka belum mengetahui pasti dampak lebih jauh dari gen ini.


"Mengenai apakah sel-T juga akan dipicu atau tujuan virus lain apa yang mungkin dimiliki ORF3d yang tumpang tindih, kita masih belum mengetahui. Ini mungkin relatif jinak. Mungkin tidak," jelas peneliti.


"Kami belum mengetahui fungsinya atau apakah ada signifikansi klinis," kata Nelson.

https://nonton08.com/movies/war-for-the-planet-of-the-apes/


Diklaim 92 Persen Efektif, Ini Fakta-fakta Vaksin Sputnik V


 Vaksin COVID-19 Sputnik V, Rusia diklaim 92 persen efektif. Kabar ini menyusul laporan klaim efektivitas vaksin sebelumnya pada vaksin Pfizer yang juga dikembangkan perusahaan bioteknologi asal Jerman BioNTech.

"Data awal vaksin Sputnik V COVID-19 Rusia menunjukkan bahwa itu 92 persen efektif," kata dana kekayaan kedaulatan negara itu, dikutip dari Independent.


Hasil sementara Sputnik V didasarkan pada data dari 16.000 peserta uji coba pertama, yang menerima suntikan vaksin Sputnik V sebanyak dua dosis. Vaksin Sputnik V sempat menjadi sorotan dunia karena menjadi salah satu yang lebih dulu menyetujui penggunaan vaksin tersebut meski belum selesai uji klinis.


Apa saja fakta-fakta terkait vaksin Sputnik V? Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.


1. Uji klinis berlangsung singkat

Uji klinis vaksin Sputnik V berlangsung singkat. Uji coba pada manusia tahap pertama dimulai 17 Juni lalu. Kala itu ada 76 sukarelawan dan sebagian besar di antaranya adalah militer.


Tak berlangsung lama, pada 3 Agustus media lokal Rusia melaporkan Institut Gamaleya yang mengembangkan vaksin Sputnik V ini telah menyelesaikan uji klinis tetapi tak disebutkan uji klinis tahap berapa yang selesai.


Berdasarkan laporan ini, vaksin Sputnik V hanya memakan waktu 2 bulan untuk uji klinis dan persetujuan penggunaan vaksin tak melibatkan tahap uji klinis ketiga.


2. Putri Putin ikut menerima vaksin

Presiden Putin menyebut salah satu dari dua putrinya sudah menerima dua suntikan vaksin Sputnik V.


"Dia telah mengambil bagian dalam eksperimen tersebut," kata Putin, dikutip dari Time.


Menurut Putin, efek samping yang dialami Putrinya usai disuntik adalah suhu 38 derajat Celcius. Namun, keesokan harinya turun menjadi 37 derajat Celcius.


Usai suntik kedua kalinya, dia kembali mengalami sedikit peningkatan suhu, tapi kemudian semuanya berakhir normal. Disebutkan, salah satu putrinya menyatakan dirinya sehat dan memiliki jumlah antibodi yang tinggi.


Namun, Putin tidak merinci yang mana di antara kedua putrinya, Maria atau Katerina, yang menerima suntikan vaksin.

https://nonton08.com/movies/ghost-note/

CDC Perbarui Pedoman, Ini Masker Aman dan yang Dilarang Dipakai Cegah COVID-19

 Pedoman soal masker sejak wabah Corona merebak banyak berubah, dari yang awalnya tak disarankan hingga kini wajib dipakai untuk melindungi orang lain terpapar COVID-19. Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali memperbarui pedoman.

CDC secara resmi menyebut masker tak hanya melindungi orang lain, tetapi diri kita sendiri dari risiko tertular COVID-19, demikian pedoman baru CDC.


"Semakin banyak bukti bahwa masker bekerja dalam hal menurunkan risiko bagi semua orang," kata peneliti kesehatan lingkungan Harvard Joseph Gardner Allen, Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari CNN International.


Bukti COVID-19 bisa bertahan di udara juga memicu pertanyaan masker seperti apa yang memberi perlindungan terbaik dari COVID-19.


Masker jenis apa yang paling baik mencegah COVID-19 berdasarkan pedoman CDC?

Panduan baru CDC menyebut masker kain berbahan katun dengan jumlah benang yang tinggi menjadi pilihan yang baik melindungi diri dari COVID-19.


"Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun," sebut CDC dalam pedoman barunya.


Bagaimana cara memastikan masker efektif?

"Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan, jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif," sebut CDC.

https://nonton08.com/movies/bad-frank/


Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masker satu lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih rendah. Apa buktinya?


"Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron," sebut CDC.


"Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan. setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber," tegas CDC.


Dua jenis masker yang tak disarankan CDC

Masker N95

CDC tak menyarankan untuk membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi. Meski N95 efektif menangkal COVID-19, masker ini harus dipastikan selalu tersedia bagi tenaga medis karena mereka yang lebih membutuhkan masker N95.


"Jangan membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi Anda," kata CDC.


Selain itu, masker N95 harus dipasang sesuai dengan bentuk wajah seseorang. Sementara masyarakat biasa kemungkinan tak memiliki kemampuan terkait itu.


"Selain itu, masker N95 harus dipasang agar sesuai dengan kontur unik wajah setiap dokter atau perawat. Anda dan orang yang Anda cintai tidak memiliki akses ke keahlian ahli semacam itu," lanjut CDC.


Ahli juga menyarankan agar berhati-hati membeli masker N95. Banyak beredar masker serupa yang ternyata tak memiliki kemampuan yang sama seperti masker N95 aslinya.


"Dan terutama berhati-hatilah dengan masker yang mirip N95 yang dijual di distributor ritel besar," kata Dr Marybeth Sexton, asisten profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Emory University di Atlanta, mengatakan kepada CNN baru-baru ini.


Masker 'exhaust' atau yang memiliki katup

Masker exhaust atau yang memiliki katup termasuk masker yang tak disarankan CDC untuk mencegah tertular COVID-19. CDC menyebut masker jenis ini banyak digunakan beberapa komunitas atau masyarakat.


"Beberapa dari masker N95 yang digunakan komunitas itu memiliki katup pernafasan di dalamnya," katanya.


"Mereka memang membuatnya lebih nyaman untuk dipakai, tetapi Anda tidak melindungi orang-orang di sekitar Anda, ini membuat aliran udara Anda langsung ke lingkungan," tegas CDC.


Masker jenis ini malah bisa memperburuk kondisi. Mengapa begitu?


"Ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan karena itu memusatkan napas Anda ke dalam katup itu, memungkinkannya masuk dengan beberapa kekuatan dan tetesan dapat bergerak sedikit lebih jauh. Jadi kami sangat menyarankan agar orang tidak memakai masker yang memiliki katup pernapasan," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/trash-fire/