Senin, 22 Februari 2021

Otomatisasi dan AI Jadi Masa Depan Call Center

 - Perusahaan telekomunikasi menyadari bahwa teknologi inovatif sangat penting untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dan perusahaan telah berkomitmen untuk mempercepat terjadinya transformasi digital.

Dalam Survei Industri Tahunan Intelijen Telecoms.com 2020, tiga perempat responden mengatakan transformasi digital yang mereka lakukan telah dipertahankan atau ditingkatkan selama pandemi. Kesadaran akan pentingnya teknologi digital hanya akan tumbuh seiring dengan industri bangkit dari COVID-19.


"Dengan mempercepat agenda transformasi digital akan sangat penting bagi perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya selama periode pemulihan dan pertumbuhan yang lebih lambat," tulis Ravi Saraogi, Cofounder dan Presiden Uniphore Asia Pasifik dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (19/2/2021).


Memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggan (customer experience/CX) disebut sebagai prioritas untuk banyak dari eksekutif senior di perusahaan telekomunikasi, setidaknya menurut Studi Global Telekomunikasi 2019 dari EY. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan analitik dan kecerdasan buatan.


Tiga area utama dimana melalui pusat kontak (call center) perusahaan dapat terus meningkatkan nilai pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif, termasuk diantaranya:


Layanan mandiri pelanggan

Pekerjaan setelah panggilan dilakukan (after call work)

Analisis setelah interaksi (post interaction analytics)

Perusahaan dapat mengotomatisasikan interaksi biasa melalui saluran layanan mandiri seperti melalui asisten virtual untuk mendorong pengalaman pelanggan yang lebih baik. Asisten virtual memanfaatkan AI dan natural language processing di seluruh chatbots dan voice-bot untuk memberdayakan pelanggan dalam menyelesaikan masalah mereka yang sederhana secara cepat dan mudah.


"Asisten virtual dapat digunakan untuk melakukan pembayaran, memecahkan masalah layanan mendasar, memeriksa status pesanan, mengatur janji ketemu teknisi, dan lain-lain," tambah Saraogi.


Jenis layanan percakapan mandiri bertenaga AI ini dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Asisten virtual yang cerdas dapat mempersingkat waktu untuk mencapai resolusi sambil menurunkan biaya untuk melayani dengan mengurangi beban tugas rutin dari agen secara langsung, meningkatkan produktivitas agen, dan mengurangi volume panggilan.

https://trimay98.com/movies/ride-along-2/


Kominfo Umumkan 15 Calon Anggota Dewan Pengawas RRI


Pemerintah menyiapkan calon anggota dewan pengawas Radio Republik Indonesia (RRI) 2021-2026. 15 Nama calon sudah terpilih untuk diajukan ke DPR.

Hal ini disampaikan Menkominfo Johnny G Plate dalam keterangan pers virtual, Jumat (19/2/2021). Proses seleksi sudah dimulai sejak 30 September 2020.


Menurut Johnny, ada 184 orang calon yang lolos seleksi administrasi. Kemudian mereka mengikuti uji makalah, penilaian psikologi, tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) di RSPAD Gatot Subroto, uji wawancara dan rekam jejak melibatkan PPATK, KPK, BIN dan BNPT.


"Maka telah ditetapkan 15 nama calon anggota dewan yang lulus seleksi dan disampaikan kepada Presiden," ujarnya.


15 Calon anggota Dewan Pengawas RRI 2021-2026:


1. Agnes Irwanti

2. Anwar Mujahid Adhy Trisnanto

3. Bondan Kartiko Kurniawan

4. Darmanto

5. Enderiman Butar Butar

6. Fidelis Indriarto Diponegoro

7. Gun Gun Siswadi

8. I Hendrasmo

9. MM Rini Purwandari

10. Mohamad Kusnaeni

11. Mohammad Rohanudin

12. Muhamad Sujai

13. Rahadian Gingging M

14. Sri Purwanto

15. Yonas Markus Tuhuleruw

https://trimay98.com/movies/spirit-riding-free-ride-along-adventure/

Pesan Suara DM di Twitter Diuji di Tiga Negara

 - Twitter telah mengumumkan telah memulai menguji fitur pesan suara baru untuk pesan langsung (DM/Direct Messaging) dengan durasi hingga 140 detik. Fitur eksperimen ini baru tersedia untuk tiga negara saja dari India, Brasil dan Jepang.

"Kami bersemangat untuk membawa pesan suara dalam percobaan DM ke negara tersebut dan memberi orang cara baru untuk mengekspresikan diri dan membantu mereka terhubung melalui nuansa, emosi, dan empati yang dibangun dengan mendengarkan suara seseorang," kata Manish Maheshwari Managing Director Twitter India yang dilansir detikINET dari Mac Rumors, Jumat (19/2/2021).


Dengan fitur pesan suara ini pengguna dapat merekam hingga 140 detik sehingga membantu pengguna mengobrol lebih cepat misal dalam kondisi perjalanan atau malas mengetik.


"Kami berdedikasi untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada orang-orang untuk mengekspresikan diri mereka dalam percakapan di Twitter - baik secara publik maupun pribadi," kata Alex Ackerman-Greenberg, Product Manager for Direct Messages Twitter.


Untuk menggunakan fitur pesan suara pengguna buka dulu percakapan yang ada atau untuk memulai percakapan baru. Lalu ketuk ikon rekam suara untuk memulai merekam pesan. Setelah itu ketuk kembali untuk berhenti merekam


Pengguna juga akan diberikan pilihan untuk mendengarkan pesan sebelum mengklik kirim atau jika ingin dihapus. Meski fitur ini baru dapat digunakan aplikasi Twitter di perangkat Android dan iOS namun pengguna tetap dapat mendengarkan pesan suara tersebut lewat Twitter desktop.


"Kami berharap mengizinkan orang merekam dan mengirim pesan suara sebagai DM akan meningkatkan pengalaman percakapan mereka dengan menambahkan kenyamanan dan ekspresi," kata Ackerman-Greenberg.

https://trimay98.com/movies/ride-along/


Otomatisasi dan AI Jadi Masa Depan Call Center


 - Perusahaan telekomunikasi menyadari bahwa teknologi inovatif sangat penting untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dan perusahaan telah berkomitmen untuk mempercepat terjadinya transformasi digital.

Dalam Survei Industri Tahunan Intelijen Telecoms.com 2020, tiga perempat responden mengatakan transformasi digital yang mereka lakukan telah dipertahankan atau ditingkatkan selama pandemi. Kesadaran akan pentingnya teknologi digital hanya akan tumbuh seiring dengan industri bangkit dari COVID-19.


"Dengan mempercepat agenda transformasi digital akan sangat penting bagi perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya selama periode pemulihan dan pertumbuhan yang lebih lambat," tulis Ravi Saraogi, Cofounder dan Presiden Uniphore Asia Pasifik dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (19/2/2021).


Memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggan (customer experience/CX) disebut sebagai prioritas untuk banyak dari eksekutif senior di perusahaan telekomunikasi, setidaknya menurut Studi Global Telekomunikasi 2019 dari EY. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan analitik dan kecerdasan buatan.


Tiga area utama dimana melalui pusat kontak (call center) perusahaan dapat terus meningkatkan nilai pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif, termasuk diantaranya:


Layanan mandiri pelanggan

Pekerjaan setelah panggilan dilakukan (after call work)

Analisis setelah interaksi (post interaction analytics)

Perusahaan dapat mengotomatisasikan interaksi biasa melalui saluran layanan mandiri seperti melalui asisten virtual untuk mendorong pengalaman pelanggan yang lebih baik. Asisten virtual memanfaatkan AI dan natural language processing di seluruh chatbots dan voice-bot untuk memberdayakan pelanggan dalam menyelesaikan masalah mereka yang sederhana secara cepat dan mudah.


"Asisten virtual dapat digunakan untuk melakukan pembayaran, memecahkan masalah layanan mendasar, memeriksa status pesanan, mengatur janji ketemu teknisi, dan lain-lain," tambah Saraogi.


Jenis layanan percakapan mandiri bertenaga AI ini dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Asisten virtual yang cerdas dapat mempersingkat waktu untuk mencapai resolusi sambil menurunkan biaya untuk melayani dengan mengurangi beban tugas rutin dari agen secara langsung, meningkatkan produktivitas agen, dan mengurangi volume panggilan.

https://trimay98.com/movies/alive/