Rabu, 24 Februari 2021

TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Dana untuk Sulbar-Kalsel

  Silih berganti, musibah datang di awal tahun ini. Gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), dan banjir melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beban berat tengah dihadapi para pengungsi. Karenanya, TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation membuka dompet amal untuk menampung semangat saling berbagi.


Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA


Bank Mega: 01 074 00 11 111 889

Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4

Bank BNI: 70 123 70 321

Bank BCA: 375 0500 888

Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0

Bank BRI: 034 10 100 1617 301


Sekecil apapun bantuan Anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.


Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 24 Februari 2021:


Bank Mega = 124.967.614

Bank BCA = 291.992.009

Bank Mandiri = 119.602.153

Bank BNI = 159.046.351

Bank Mega Syariah = 15.181.596

Bank BRI = 103.705.690

TOTAL PENERIMAAN = 814.495.414

https://nonton08.com/movies/barbershop-the-next-cut/


4 Cara Menyusui bagi Ibu yang Positif COVID-19


Di masa pandemi seperti ini, siapapun bisa terinfeksi COVID-19, tak terkecuali ibu yang sedang menyusui. Lalu, apakah seorang ibu yang positif terinfeksi virus Corona masih bisa melakukan proses menyusui?

Ternyata, ibu yang terkena COVID-19 masih boleh tetap menyusui bayinya, lho. Dikutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada International Breastfeeding Week yang diadakan pekan lalu, WHO serta UNICEF telah meminta pemerintah dan para pemangku kekuasaan negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan investasi yang dibutuhkan guna menjaga serta mendukung proses menyusui.


Pasalnya, seorang ibu menyusui tidak hanya sekedar memberikan ASI kepada anak, tetapi turut membentuk fondasi kehidupan anak di masa mendatang. Selain itu, proses menyusui juga memberikan berbagai manfaat bagi ibu serta bayinya.


Dari ASI, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi, sehingga tumbuh kembangnya bisa menjadi lebih optimal. Tak hanya itu, proses menyusui juga membentuk bonding yang kuat antara ibu dengan anak, melatih anak menjadi pribadi yang lebih mandiri, memiliki sensori dan motorik yang bagus, serta meningkatkan kecerdasan otak anak.


Sementara itu, manfaat proses menyusui bagi ibu dapat mengurangi risiko anemia setelah melahirkan, mengurangi risiko kanker payudara dan kanker rahim, mengurangi risiko diabetes, hipertensi, dan dapat membantu mengendalikan hormon pasca melahirkan yang sering kali membuat ibu merasakan baby blues hingga depresi.


Namun, jika ibu terinfeksi COVID-19, tentunya terdapat sejumlah hal yang harus lebih diperhatikan ketika ibu menyusui. Sebab, kondisi ibu saat terinfeksi virus tentunya berbeda dengan kondisi biasanya.


Lantas, apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang wanita yang terinfeksi COVID-19 tetapi tengah dalam proses menyusui?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA


Dialami Ashanty Saat Kritis, Siapa yang Berisiko Punya D-dimer Tinggi?


Anang Hermansyah menyebut di masa kritis Ashanty positif Corona, D-dimernya tinggi. Kondisi Ashanty juga memburuk lantaran mengidap autoimun.

"Autoimun ini yang bisa trigger macam-macam. Trigger dipaksa ke rumah sakit dicek darah d-dimer-nya tinggi kekentalan darahnya sangat kental. Kalau ini nutupin saluran-saluran di pernapasan ini yang nggak bisa dikendalikan," tutur Anang Hermansyah.


Menurut ahli jantung dr Vito A Damay, D-dimer bisa dideteksi dan diperiksa dengan pemeriksaan lab dan pemeriksaan darah. Namun, siapa saja yang perlu dicek D-dimer selain pasien COVID-19?


"Orang yang kita curiga misalkan oh orang ini kayaknya saturasi tiba-tiba menurun jangan-jangan emboli paru kita cek D-dimer juga," beber dr Vito beberapa waktu lalu.


Selain itu, menurutnya, orang-orang yang berisiko seperti sehabis operasi dan kerap berbaring lama juga perlu dicek D-dimer. Pasalnya, mereka termasuk orang yang memiliki risiko D-dimer tinggi.

https://nonton08.com/movies/and-god-created-woman-2/

Fakta-fakta D-dimer yang Disinggung Saat Ashanty Kritis Akibat COVID-19

 Penyanyi Ashanty dikabarkan kritis saat positif COVID-19. Sang suami, Anang Hermansyah, mengatakan kondisi Ashanty sempat memburuk dan D-dimer-nya tinggi.

"Autoimun ini yang bisa trigger macam-macam. Trigger dipaksa ke rumah sakit dicek darah d-dimer-nya tinggi kekentalan darahnya sangat kental. Kalau ini nutupin saluran-saluran di pernapasan ini yang nggak bisa dikendalikan," tutur Anang Hermansyah.


D-dimer adalah kondisi pasien Corona mengalami pembekuan darah. D-dimer adalah fragmen protein yang muncul saat bekuan darah larut dalam tubuh.


Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme untuk melakukan pembekuan dan pengenceran darah. Pembekuan darah ini umumnya terjadi saat luka, untuk mencegah pendarahan terus-menerus.


Berikut fakta-fakta mengenai D-dimer.


1. D-dimer pada pasien COVID-19

Infeksi virus Corona diketahui bisa menyebabkan penggumpalan darah atau koagulopati yang dipicu oleh reaksi imunitas.


Koagulopati bisa menyebabkan penggumpalan darah di trombosis di vena atau pembuluh darah balik yang mengalir ke jantung. Kondisi d-dimer yang tinggi juga bisa menyumbat pembuluh darah dari jantung ke paru-paru yang berisiko kematian.


"Parameter untuk memeriksa apakah ada gumpalan darah, inilah D-dimer itu," kata dokter jantung dari RS Siloam dr Vito A Damay, SpJP(K)


2. Siapa saja yang berisiko?

Dikutip dari laman hematology.org, pasien COVID-19 dengan infeksi atau gejala serius lebih cenderung berisiko mengalami pembekuan darah daripada pasien dengan infeksi ringan.


Peningkatan D-dimer dari waktu ke waktu dikaitkan dengan mortalitas yang tinggi, yang bisa menyebabkan badai sitokin, dan kegagalan organ.


Kondisi peningkatan D-dimer tak selalu dialami pasien COVID-19. Mereka yang tidak bergejala atau hanya bergejala ringan biasanya tidak mengalami peningkatan D-dimer


3. Bagaimana cara mengatasi D-dimer tinggi?

Di masyarakat berkembang kabar bahwa D-dimer bisa diturunkan dengan konsumsi air putih. Menanggapi, dr Vito mengatakan pengenceran darah tak bisa dilakukan sembarangan, melainkan memerlukan obat antikoagulan atau pencegah penggumpalan.


"Nggak sembarangan pengencer darah, namanya antikoagulan. Antikoagulan yang disuntikan. Biasanya orang bilang suntikan ya, karena disuntiknya di kulit," terangnya.


"Inilah yang ditugaskan untuk melarutkan kekentalan darah yang berbahaya akibat peradangan SARS-CoV-2 atau pasien COVID-19. Apa yang diberikan itu dasarnya ilmiah," sambungnya.


Meski mengkonsumsi air putih termasuk anjuran yang baik, tapi dipastikan tidak serta-merta bisa mengatasi kondisi tersebut.

https://nonton08.com/movies/and-god-created-woman/


TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Dana untuk Sulbar-Kalsel


 Silih berganti, musibah datang di awal tahun ini. Gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), dan banjir melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beban berat tengah dihadapi para pengungsi. Karenanya, TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation membuka dompet amal untuk menampung semangat saling berbagi.


Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA


Bank Mega: 01 074 00 11 111 889

Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4

Bank BNI: 70 123 70 321

Bank BCA: 375 0500 888

Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0

Bank BRI: 034 10 100 1617 301


Sekecil apapun bantuan Anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.


Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 24 Februari 2021:


Bank Mega = 124.967.614

Bank BCA = 291.992.009

Bank Mandiri = 119.602.153

Bank BNI = 159.046.351

Bank Mega Syariah = 15.181.596

Bank BRI = 103.705.690

TOTAL PENERIMAAN = 814.495.414

https://nonton08.com/movies/the-throne/