Kamis, 25 Februari 2021

Huawei Bakal Pangkas Produksi Smartphone Tahun Ini

 - Huawei kabarnya akan mengurangi separuh produksi smartphonenya tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga biaya agar bisa tetap rendah.

Perusahaan asal China ini berada di posisi yang sulit sejak dimasukkan dalam daftar cekal Departemen Perdagangan AS di 2019. Segala cara dilakukan Huawei untuk bertahan dari segala rintangan, termasuk salah satunya menjual sub-brand Honor akhir tahun lalu.


Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (23/2/2021) kabar terbaru menyebutkan, Huawei telah memberi tahu pemasoknya bahwa pesanan untuk komponen smartphonenya akan dipotong lebih dari 60% tahun ini.


Laporan tersebut mengutip sumber dari berbagai pemasok yang mengungkapkan bahwa Huawei hanya berencana memesan komponen untuk 70-80 juta smartphone di tahun 2021.


Angka ini menunjukkan penurunan lebih dari 60% dibandingkan 189 juta unit smartphone Huawei yang dikirimkan tahun lalu. Beberapa pemasok bahkan mengindikasikan bahwa angka tersebut berpotensi turun menjadi hampir 50 juta unit.


Laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa pesanan Huawei terbatas pada komponen untuk smartphone 4G, karena tidak memiliki izin pemerintah AS untuk mengimpor komponen perangkat 5G.

Meski Huawei belum merilis pernyataan resmi tentang masalah ini, cukup jelas bahwa pembatasan AS berdampak pada bisnis ponsel pintarnya secara global. Berbagai spekulasi yang bergulir liar bahkan menyebut Huawei mungkin akan dipaksa untuk keluar dari bisnis ponsel cerdas dalam waktu dekat.

https://tendabiru21.net/movies/interrogation/


Twitter Rilis Kembali Fitur Tinjau Tweet Sebelum Posting


 Pada Mei 2020 Twitter mulai menguji fitur 'review before you tweet' untuk perangkat iOS. Lalu bulan bulan Agustus, eksperimen dibuka untuk Android dan web. Namun fitur ini dihentikan sementara oleh Twitter dan kini rilis kembali.

Fitur ini akan bekerja untuk menganalisis reaksi dan pengguna dan jika terdeteksi sesuatu yang terdengar antagonis, rasis atau menyinggung, maka fitur ini akan meminta pengguna untuk meninjau kembali cuitan tersebut sebelum diposting.


Twitter tidak akan benar-benar memblokir pengguna untuk mempostingnya, tetapi meminta pengguna untuk berpikir dua kali tentang tweet yang diharapkan dapat membantu mengurangi keributan yang terjadi di timeline medsos.


"Saat suasana memanas, Anda mungkin mengatakan hal-hal yang tidak Anda maksud. Agar Anda dapat memikirkan kembali balasan, kami menjalankan eksperimen terbatas di iOS dengan perintah yang memberi Anda opsi untuk merevisi balasan Anda sebelum dipublikasikan jika menggunakan bahasa yang dapat berbahaya." demikian deskripsi Twitter akan fitur tersebut seperti dilansir detiKINET dari 9to5mac, Selasa (23/2/2021).


Hari ini, Twitter mengumumkan bahwa pengujian fitur ini kembali dilakukan untuk pengguna iOS sebagai balasan atas tweet bulan Agustus tentang fitur eksperimental.


Iterasi terbaru mencakup opsi "Tweet, Edit, dan Hapus" dan juga menambahkan tombol berjudul "Apakah kami salah?" jika menurut pengguna prompt tersebut keliru. Twitter mencatat bahwa mereka sedang mencari masukan dan saran untuk meningkatkan fitur tersebut.

https://tendabiru21.net/movies/my-wifes-guests-netorare/

ZTE Akan Pamer Kamera Bawah Layar Terbaru di MWC Shanghai 2021

  ZTE meluncurkan ponsel pertama dengan kamera bawah layar tahun lalu. Sekarang, mereka siap memamerkan teknologi kamera bawah layar generasi kedua di ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2021.

Dalam event yang berlangsung pada 23-25 Februari tersebut, ZTE kemungkinan akan memamerkan Axon 30 Pro sebagai ponsel terbaru yang mengusung teknologi kamera bawah layar tersebut.


Hal ini diumumkan oleh President of Mobile Devices ZTE Ni Fei dalam postingannya di Weibo. Ni juga mengunggah poster ponsel yang diduga sebagai wujud dari ZTE Axon 30 Pro.


Selain teknologi kamera bawah layar terbaru, vendor asal China ini juga akan memamerkan teknologi cahaya berstruktur 3D bawah layar pertama di dunia, seperti dikutip dari GSM Arena, Selasa (23/2/2021).


Belum diketahui bagaimana teknologi ini akan diterapkan di ponsel, tapi sepertinya akan menghadirkan kemampuan pemindaian wajah yang lebih akurat.


Tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ZTE bisa meningkatkan kualitas kamera depan bawah layar di ponsel ini. Sebagai ponsel pertama di dunia dengan kamera bawah layar, ZTE Axon 20 5G menerima banyak kritik karena hasil tangkapannya yang tidak memuaskan.


Axon 30 Pro diperkirakan akan menjadi ponsel flagship terbaru ZTE di tahun 2021. Selain kamera depan bawah layar, ponsel ini juga diprediksi akan menjadi ponsel pertama di dunia yang mengusung kamera 200 MP buatan Samsung.


Berdasarkan bocoran yang ada, ponsel ini juga akan menggunakan chipset Snapdragon 888. Kita tunggu saja pengumuman lengkap ZTE di ajang MWC Shanghai 2021.

https://tendabiru21.net/movies/living-with-my-cousin/


Huawei Bakal Pangkas Produksi Smartphone Tahun Ini


- Huawei kabarnya akan mengurangi separuh produksi smartphonenya tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga biaya agar bisa tetap rendah.

Perusahaan asal China ini berada di posisi yang sulit sejak dimasukkan dalam daftar cekal Departemen Perdagangan AS di 2019. Segala cara dilakukan Huawei untuk bertahan dari segala rintangan, termasuk salah satunya menjual sub-brand Honor akhir tahun lalu.


Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (23/2/2021) kabar terbaru menyebutkan, Huawei telah memberi tahu pemasoknya bahwa pesanan untuk komponen smartphonenya akan dipotong lebih dari 60% tahun ini.


Laporan tersebut mengutip sumber dari berbagai pemasok yang mengungkapkan bahwa Huawei hanya berencana memesan komponen untuk 70-80 juta smartphone di tahun 2021.


Angka ini menunjukkan penurunan lebih dari 60% dibandingkan 189 juta unit smartphone Huawei yang dikirimkan tahun lalu. Beberapa pemasok bahkan mengindikasikan bahwa angka tersebut berpotensi turun menjadi hampir 50 juta unit.


Laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa pesanan Huawei terbatas pada komponen untuk smartphone 4G, karena tidak memiliki izin pemerintah AS untuk mengimpor komponen perangkat 5G.

Meski Huawei belum merilis pernyataan resmi tentang masalah ini, cukup jelas bahwa pembatasan AS berdampak pada bisnis ponsel pintarnya secara global. Berbagai spekulasi yang bergulir liar bahkan menyebut Huawei mungkin akan dipaksa untuk keluar dari bisnis ponsel cerdas dalam waktu dekat.

https://tendabiru21.net/movies/national-sexuality-management-committee/