Selasa, 06 Oktober 2020

Respons Dahkan Iskan, PKS: Pemerintah Butuh Oposisi untuk Kontrol Kebijakan

  Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai dari segi politik menjadi pemerintahan terkuat karena hanya PKS yang secara frontal menjadi oposisi. Dia menyoroti soal mudahnya perubahan UU KPK, UU COVID-19, hingga Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker)

PKS menilai pemerintah butuh oposisi UU yang ada tetap berpihak kepada rakyat. PKS juga setuju atas pandangan Dahlan bahwa oposisi tak seimbang dengan koalisi pemerintah.


"Wajib ada #KamiOposisi agar tidak terulang Pemerintah mengajukan RUU yang melemahkan rakyat sendiri," kata elite PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).


Menurut Mardani, pemerintahan saat ini kuat karena jumlah oposisi lebih kecil dari koalisi pemerintahan. Mardani mencontohkan 'kekuatan' pemerintah yang bisa meloloskan UU Cipta Kerja yang dinilainya parah.


"Terkuat karena oposisi tidak besar. Dan berbahaya. Contohnya keluar UU Omnibus Law yang parah," ujarnya.


Karena itulah, menurut Mardani, pemerintah membutuhkan 'lawan' sebagai kontrol kebijakan. Jika tidak, menurutnya, kekuasaan pemerintah cenderung akan menyimpang.


"PKS akan istikamah menjadi #KamiOposisi. UU Omnibus Law kian menunjukkan pentingnya #KamiOposisi. Harus jelas dan tegas ada kontrol pemerintah. Jika tidak, power to corrupt. Tanpa pengawasan dan kontrol, kekuasaan cenderung menyimpang. Karena itu mesti ada #KamiOposisi yang kuat," jelasnya.


Sebelumnya diberitakan, eks Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut berkomentar soal RUU Ciptaker yang telah disahkan. Dia menilai, disahkannya payung hukum tersebut membuat pemerintahan era Presiden Jokowi paling kuat selama 22 tahun terakhir.


Hal itu disampaikan lewat tulisan di website pribadinya disway.id berjudul 'Menundukkan Pemerintah'. Menurutnya, sekarang ini DPR memberikan dukungan penuh kepada pemerintah mulai dari perubahan UU KPK, UU COVID-19, hingga Omnibus Law Ciptaker ini yang dinilai begitu mudahnya lolos di DPR.


"Saya kagum pada semangatnya-pemerintah dan DPR. Dari segi politik, inilah pemerintahan paling kuat selama 22 tahun terakhir," kata Dahlan dikutip detikcom, Selasa (6/10).


Dia pun membandingkan zaman di era pemerintahan Presiden Gus Dur, BJ Habibie, Megawati, hingga SBY yang dinilai dukungan politiknya tidak sekuat pemerintahan saat ini. Sementara saat ini hanya PKS yang secara frontal menyatakan oposisi.


Padahal jika dibayangkan, Dahlan menilai pembuatan RUU Cipta Kerja ini sangat rumit karena harus menggabungkan 79 UU yang terdiri dari 11 kluster dan 1.244 pasal.

https://cinemamovie28.com/born-to-be-blue/


DKI-Jabar Tertinggi, Ini Sebaran 4.056 Kasus Baru Corona Indonesia 6 Oktober


Pemerintah melaporkan 4.056 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Selasa (6/10/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 311.176 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta lagi-lagi menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.107 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 508 kasus baru per 6 Oktober.


Dikutip dari laman covid19.go.id, pada hari ini ada sebanyak 3.844 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 121 orang.


DKI Jakarta: 1.107 kasus

Jawa Barat: 508 kasus

Jawa Tengah: 400 kasus

Jawa Timur: 282 kasus

Kalimantan Timur: 200 kasus

Papua: 192 kasus

Riau: 131 kasus

Aceh: 118 kasus

Papua Barat: 114 kasus

Banten: 100 kasus

Bali: 99 kasus

Sumatera Utara: 98 kasus

Sulawesi Tenggara: 92 kasus

Sumatera Barat: 86 kasus

Kalimantan Selatan: 72 kasus

Sumatera Selatan: 71 kasus

Maluku: 68 kasus

Sulawesi Selatan: 46 kasus

Kalimantan Barat: 41 kasus

Sulawesi Utara: 35 kasus

Jambi: 29 kasus

Kepulauan Riau: 29 kasus

Lampung: 27 kasus

Sulawesi Tengah: 24 kasus

Nusa Tenggara Barat: 23 kasus

DI Yogyakarta: 20 kasus

Kalimantan Tengah: 14 kasus

Sulawesi Barat: 12 kasus

Bengkulu: 6 kasus

Bangka Belitung: 5 kasus

Kalimantan Utara: 5 kasus

Nusa tenggara Timur: 2 kasus

https://cinemamovie28.com/yes-god-yes/

China Borong 300 Ribu Durian Musang King Senilai Rp 218 M dalam Sejam!

  Durian Musang King populer di kalangan penikmatnya. Bahkan di China, durian ini berhasil laku 300.000 buah dalam satu jam. Harganya mencapai Rp 218 miliar!

Durian Musang King adalah produk buah unggulan asal Malaysia. Banyak pencinta durian rela mengeluarkan kocek tebal demi menikmati durian berkualitas tinggi ini.


Ciri durian Musang King ada pada warna daging buahnya yang kuning terang dan sangat tebal. Buah kebanggaan orang Malaysia ini juga disukai banyak orang di negara lain.


Terbukti dari kesuksesan Festival Durian Online China-Malaysia (Guangxi) 2020 yang diselenggarakan di kota Qinzhou, China. Festival durian tersebut menawarkan 300.000 durian Musang King yang bisa dibeli via online oleh warga China.


Berat total durian Musang King yang dijual tersebut mencapai 60 ton. Semuanya laku terjual dalam kurun waktu 50 menit 48 detik saja. Jika dikalkulasikan harga durian Musang King yang terjual tersebut mencapai RM 61,2 juta atau senilai Rp 218 miliar.


Utusan Perdana Menteri Malaysia untuk China, Datuk Seri Tiong King Sing juga mengaku percaya diri atas penjualan durian tersebut. Ia meyakini hal ini bisa berkontribusi pada perdagangan bilateral antara Malaysia dan China.


Tiong King Sing juga menjelaskan bahwa menurut data statistik, China mengimpor 600.000 ton durian senilai RM 7,1 miliar (Rp 25 triliun) tahun lalu. Sementara yang berhasil diimpor dari Malaysia sebanyak 7.700 ton atau senilai RM 278,8 juta (Rp 990 miliar).


"Meskipun ada wabah Covid-19, saya yakin permintaan durian Malaysia tidak akan terancam," ujarnya dalam pidato yang dibacakan direktur dewan bisnis Malaysia-China, Fong Tian Yong.


"Kita harus terus meningkatkan jumlah ini untuk memberikan manfaat bagi kedua negara dalam hal ekonomi, sumber daya, budaya, dan pengetahuan," pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/coin-locker-girl/


Respons Dahkan Iskan, PKS: Pemerintah Butuh Oposisi untuk Kontrol Kebijakan


 Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai dari segi politik menjadi pemerintahan terkuat karena hanya PKS yang secara frontal menjadi oposisi. Dia menyoroti soal mudahnya perubahan UU KPK, UU COVID-19, hingga Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker)

PKS menilai pemerintah butuh oposisi UU yang ada tetap berpihak kepada rakyat. PKS juga setuju atas pandangan Dahlan bahwa oposisi tak seimbang dengan koalisi pemerintah.


"Wajib ada #KamiOposisi agar tidak terulang Pemerintah mengajukan RUU yang melemahkan rakyat sendiri," kata elite PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).


Menurut Mardani, pemerintahan saat ini kuat karena jumlah oposisi lebih kecil dari koalisi pemerintahan. Mardani mencontohkan 'kekuatan' pemerintah yang bisa meloloskan UU Cipta Kerja yang dinilainya parah.


"Terkuat karena oposisi tidak besar. Dan berbahaya. Contohnya keluar UU Omnibus Law yang parah," ujarnya.


Karena itulah, menurut Mardani, pemerintah membutuhkan 'lawan' sebagai kontrol kebijakan. Jika tidak, menurutnya, kekuasaan pemerintah cenderung akan menyimpang.


"PKS akan istikamah menjadi #KamiOposisi. UU Omnibus Law kian menunjukkan pentingnya #KamiOposisi. Harus jelas dan tegas ada kontrol pemerintah. Jika tidak, power to corrupt. Tanpa pengawasan dan kontrol, kekuasaan cenderung menyimpang. Karena itu mesti ada #KamiOposisi yang kuat," jelasnya.


Sebelumnya diberitakan, eks Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut berkomentar soal RUU Ciptaker yang telah disahkan. Dia menilai, disahkannya payung hukum tersebut membuat pemerintahan era Presiden Jokowi paling kuat selama 22 tahun terakhir.


Hal itu disampaikan lewat tulisan di website pribadinya disway.id berjudul 'Menundukkan Pemerintah'. Menurutnya, sekarang ini DPR memberikan dukungan penuh kepada pemerintah mulai dari perubahan UU KPK, UU COVID-19, hingga Omnibus Law Ciptaker ini yang dinilai begitu mudahnya lolos di DPR.

https://cinemamovie28.com/the-expendables-3/