Selasa, 27 Oktober 2020

4 Tanda Wanita Benar-benar Terangsang, Tidak Sedang Pura-pura

 Bagi para suami, mengenali tanda-tanda istri sedang terangsang kerap susah dilakukan. Terlebih jika istri sering berpura-pura demi menyenangkan pasangan.

Beberapa hal seperti mengerang atau melenguh bisa saja menandakan wanita sedang terangsang. Tetapi seringkali, wanita cuma berpura-pura karena mengira suami akan lebih terpuaskan jika pasangan terangsang.


Nah agar tahu bedanya, kenali tanda-tanda wanita benar-benar terangsang.


1. Napas berat

Wanita yang terangsang secara seksual mungkin mulai bernapas dengan berat saat dia benar-benar terangsang. Meskipun setiap wanita memiliki intensitas pernapasan yang mungkin berbeda dari satu wanita ke wanita lain, tetapi napas berat biasanya terlihat di antara wanita saat mereka terangsang.


2. Jantung berdebar kencang

Napas berat akan diiringi dengan kencangnya debaran jantung. Dengarkan detak jantungnya, maka itu artinya pasangan sedang benar-benar terangsang.


3. Ereksi puting

Dalam beberapa kasus, wanita bisa mengalami ereksi puting. Namun, ereksi puting tidak cuma bisa terjadi saat berhubungan seks, melainkan bisa karena cuaca dingin, olahraga, hingga gairah non-seksual lainnya.


4. Pelumasan vagina

Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah vagina akan mengeluarkan cairan bila wanita benar-benar terangsang. Mungkin, wanita bisa berbohong dengan melakukan erangan atau ekspresi. Namun, pelumasan vagina saat terangsang tidak bisa ditipu.

https://indomovie28.net/shallows-2016/


Libur Panjang Cuti Bersama, dr Reisa: Berlibur di Rumah Saja!


Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan, pilihan terbaik untuk memanfaatkan waktu libur panjang cuti bersama di akhir Oktober dan awal November 2020 nanti dengan di rumah saja.

"Pilihan terbaik adalah berlibur di rumah saja. Sebagian besar kita telah melakukan ini selama lebih dari 8 bulan. Pilihan ini adalah yang paling aman," jelas dr Reisa dalam keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2020).


Selain itu, dr Reisa menyebut kebersihan rumah juga harus diperhatikan sehingga seluruh anggota keluarga dapat menikmati masa liburan dengan aman dan nyaman


"Rumah dibersihkan dan disinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dalam rumah. Caranya, membuka ventilasi atau jendela. Biarkan sinar matahari masuk dan butuh bekerjasama dengan seluruh anggota keluarga untuk memastikan rumah rapi dan bersih," ujar dr Reisa.


dr Reisa juga memberikan sejumlah rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan disela berlibur di rumah saja. Mulai dengan menonton film dan konser virtual.


"Atau menikmati tayangan online yang menarik, dari konser musik film dan banyak lagi. Anda bisa juga membuat permainan seru bersama anggota keluarga sampai kegiatan olahraga bersama," saran dr Reisa.


"Untuk olahraga, kami pernah menginformasikan soal pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga di antaranya, olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga, senam atau mempraktikkan berbagai tips stretching dan angkat beban," pungkas dr Reisa.

https://indomovie28.net/mothers-daughters-2016/

Obat Virus Corona, Apakah Ada di Indonesia dan Bisa Diakses Masyarakat?

 Seluruh dunia hingga kini tengah bekerja sama mengatasi COVID-19, salah satunya dengan mengetahui obat virus corona. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan obat virus corona Remdesivir.

Dikutip dari situs FDA, Remdesivir dengan merk Veklury digunakan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan persetujuan dokter. Obat virus corona diresepkan untuk pasien dewasa dan anak berusia minimal 12 tahun dengan berat badan sedikitnya 40 kilogram.


"Persetujuan ini didukung data dari berbagai uji klinis yang dinilai FDA dengan detail dan penuh pertimbangan. Langkah ini menjadi lambang pentingnya kemajuan ilmu dalam pandemi COVID-19," kata komisioner FDA Stephen M Hahn, MD.


Jika di Amerika ada obat virus corona Remdesivir, bagaimana dengan Indonesia? Apakah obat virus corona bisa diakses masyarakat?


Dikutip dari situs Badan POM, Indonesia telah menyediakan obat virus corona Favipiravir dan Remdesivir. Namun izin penggunaan obat virus corona hanya dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).


Favipiravir digunakan pasien berderajat ringan, sedangkan Remdesivir untuk kondisi COVID-19 derajat berat. Obat virus corona hanya untuk pasien yang dirawat di rumah sakit dengan pengawasan dokter.


Izin EUA untuk obat virus corona Favipiravir telah terbit sejak Kamis (3/9/2020). EUA Favipiravir diberikan pada PT Beta Pharmacon (Dexa Group) dengan merek dagang Avigan dan kepada PT Kimia Farma Tbk untuk obat generik.

https://indomovie28.net/kind-traitor-2016/


Untuk Remdesivir, izin EUA telah terbit sejak Sabtu (19/10/2020) yang ditujukan pada tiga perusahaan farmasi. Ketiganya adalah PT Amarox Pharma Global, PT Indofarma, dan PT Dexa Medica.


"EUA diharapkan dapat memberikan percepatan akses para dokter terhadap obat-obatan yang dibutuhkan selama penanganan COVID-19. Pilihan pengobatan sudah terbukti khasiat dan keamanannya dari uji klinik," kata Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito.


Izin EUA adalah persetujuan penggunaan obat saat kondisi darurat kesehatan masyarakat, misal pandemi COVID-19. Badan POM selanjutnya melakukan pengawasan penyaluran dan peredaran pada produk obat virus corona yang mendapatkan EUA.


Pengawasan dilakukan mulai industri farmasi, pedagang besar farmasi, hingga sarana pelayanan kefarmasian. Produsen obat virus corona yang punya izin EUA wajib menjamin mutu, melakukan uji klinis, dan farmakovigilans terkait khasiat serta keamanan obat.


Penny berharap semua dokter dan tenaga kesehatan terlibat aktif dalam kegiatan farmakovigilans. Dalam kegiatan ini dilakukan pemantauan dan pelaporan kejadian tidak diinginkan dan atau efek samping obat virus corona.


Semua laporan akan diterima Badan POM dan dievaluasi secara periodik terkait obat virus corona. Bila ditemukan frekuensi efek samping, Badan POM dapat melakukan komunikasi risiko dan pencabutan EUA untuk meningkatkan kehati-hatian.


Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius yang mengimpor remdesivir merek Covifor dari India mengatakan, penggunaan EUA membuat distribusi obat virus corona ini akan langsung ke rumah sakit. Obat ini menurutnya tidak diedarkanbebas seperti dijual di apotek.


"Jadi yang harus kami yakinkan distribusinya supaya pemanfaatan produk ini adalah dilakukan dengan tepat kepada pasien itu langsung di rumah sakit," ujar Vidjongtius.

https://indomovie28.net/wrath-2016/