Jumat, 11 September 2020

Dulunya Tak Percaya, Mahasiswa Ini Kena COVID-19 Jelang Sidang Skripsi

- Viralcurhat seorang mahasiswa di media sosial yang terinfeksi virus Corona jelang sidang skripsinya. Pria tersebut bernama Achmad Bachtiar. Ia menyebut virus Corona bisa saja menyerang siapa saja dan memang nyata adanya.
"Awalnya aku ga percaya sama pandemi COVID-19 ini. Sampai aku dan kakak aku dinyatakan positif COVID-19 pada akhir bulan juli lalu," tulis Achmad dalam video tersebut, setelah dikonfirmasi detikcom, Kamis (10/9/2020).

Achmad mengatakan, awal penyebaran virus Corona yang didapati dirinya berasal dari kantor kakaknya, saat dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR), kakaknya ternyata terinfeksi virus Corona dari rekan kerjanya.

"Jadi kakak saya isolasi mandiri dan karena saya berdua saja di rumah, jadi saya ikutan isolasi mandiri, terus seiring berjalannya waktu saya juga tertular," jelas Achmad.

Achmad adalah seorang alumni dari Universitas Al Azhar Indonesia yang terinfeksi Corona pada akhir bulan Juli 2020 lalu. Awalnya ia tidak percaya dengan virus Corona COVID-19 yang menjadi pandemi global. Karena sebelumnya Achmad tidak pernah melihat langsung, dan biasanya hanya melihat di berita-berita.

Saat berjuang melawan virus Corona, ternyata Achmad juga tengah berjuang untuk lulus dari sidang skripsinya. Kondisi perjuangannya bisa dibilang perjuangan ganda karena ia sempat mengalami tekanan yang cukup berat.

"Revisian hasil pra-sidang, lagi project Qurban, aku mau sidang skripsi, dan ditambah status positif COVID-19," jelas Achmad.

Sementara itu, Achmad tidak bisa rasakan indra penciuman, indra pengecapan, batuk, dan flu. Ia menyebut makanan full di kulkas, tapi ia tidak bisa menikmatinya. Mie rebus saat dimakan tidak ada rasa, dan minum jamu pun nggak ada rasa.

"Kayu putih diteteskan ke lidah juga nggak ada rasanya, kumur-kumur pakai B*** juga nggak ada rasanya. Makan buah dan madu juga nggak ada rasanya," tambah Achmad.

Setelah melakukan tes swab sebanyak 4 kali, ac dinyatakan negatif Corona bersama dengan kakaknya.

Disamping itu, Achmad memberi pesan kepada masyarakat yang masih mengabaikan adanya virus Corona.

"Percaya guys, COVID-19 itu belum selesai. Apapun yang terjadi dalam hidup ini harus tetap dijalani dengan penuh semangat kan? Please guys, di rumah dulu aja. Jangan keluar dulu kalau emang nggak urgent banget," pungkas Achmad.

DKI PSBB Ketat 14 September, Catat Ini yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat terhitung mulai tanggal 14 September 2020. Ini dilakukan karena tingkat penularan Corona yang tidak terkendali membuat fasilitas kesehatan terancam kelelahan atau kolaps.
Menurut data per 6 September 2020, tempat tidur di ICU 67 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 sudah 83 persen terisi penuh. Sementara itu tempat tidur ruang isolasi sudah 77 persen terisi penuh.

Anies memprediksi 4.052 tempat tidur isolasi di DKI Jakarta pada akhirnya akan penuh 100 persen pada tanggal 17 September bila tidak segera dilakukan intervensi.

"Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat," kata Anies lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

"Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta. Bila ini dibiarkan maka RS tidak akan sanggup lagi menampung dan efeknya kematian akan tinggi terjadi di Jakarta," lanjutnya.

Menurut PMK No. 9 Tahun 2020 dan Pergub DKI No. 33 Tahun 2020, berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat PSBB DKI Jakarta per 14 September.

Sekolah tidak boleh beroperasi
Aktivitas perkantoran dilakukan dengan WFH kecuali instansi pemerintah dan yang menangani COVID-19
Hanya 11 Sektor Usaha diperbolehkan dengan protokol yang ketat
Rumah ibadah, kegiatan fasilitas umum dan sosial tidak diperbolehkan
Transportasi umum dibatasi jam operasional dan kapasitasnya
Mobil pribadi kapasitas 50 persen dan penumpang menggunakan masker
https://cinemamovie28.com/bathroom-cry-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar