Rabu, 22 Januari 2020

'Aladdin' Hadir di Trans Studio Theme Park Makassar

Trans Studio Theme Park Makassar menggelar pertunjukan istimewa bagi masyarakat yang mau mengisi libur Idul Fitri 2019. Kali ini temanya adalah 'Aladdin.'

Bertajuk drama musikal, Ali dan Lampu Ajaib akan mengahadirkan seorang penyanyi muda Reza Darmawangsa yang dikenal publik sebagai Youtuber dan selebgram juga salah satu jebolan Rising Star Indonesia Musim Ketiga. Dengan jumlah subscribers 728.000 di kanal Youtube miliknya.

Penampilan Reza nantinya akan dipadukan dengan atraksi dari Performers Trans Studio Theme Park Makassar. Drama musical ini menceritakan tentang Ali pemuda cerdik yang menemukan lambu ajaib berisi jin yang mampu mewujudkan keinginannya.

Bersama jin dari lampu ajaibnya, petualangan Ali pun dimulai. Bertemu dengan sosok Gafar, Sang penyihir jahat yang ingin menguasai kerajaan serta menjadikan puteri Azura, kekasih hati Ali sebagai sandera untuk mewujudkan keinginannya. Drama ini akan menyuguhkan tarian khas Timur Tengah, magic, atraksi akrobatik, serta live singing yang memukau.

"Saat ini kami tengah mempersiapkan keseluruhan show secara maksimal, lebaran kali ini persembahan drama spesial siap menemani masyarakat dan keluarga yang datang," kata General Manager TS Thema Park Makassar, Luisito Hari Krisanto, melalui rilisnya, Minggu (9/6/2019).

Tak hanya itu, ia menjanjikan nuansa khas Timur Tengah di Trans Studio Theme Park Makassar.

"Di area main gate akan dihias dengan lampu Maroco, permadani, hiasan bulan dan bintang serta kain yang menjuntai, suasananya akan sangat indah," jelasnya.

Untuk itu pastikan Anda menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga, sahabat dan orang terkasih di Trans Studio Theme Park Makassar. Rayakan libur lebaranmu dengan nuansa berbeda.

Pertunjukan ini akan digelar mulai 6 hingga 16 Juni 2019. Harga tiket masuk untuk Special Events 6 - 16 Juni 2019 adalah Rp 200.000/orang, sudah termasuk gratis bermain di semua wahana sepuasnya.

Dampak Pemasangan Barikade, Jumlah Kunjungan Wisata di Dlingo Menurun

Memasuki H+4 lebaran, jumlah kunjungan wisata di kawasan wisata Mangunan mengalami penurunan. Hal itu diduga karena pemasangan barikade di simpang 4 Patuk.

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu memang ada penurunan (kunjungan wisata ke Dlingo). Karena libur lebaran tahun 2018, khususnya saat H+ lebaran seperti ini bisa mencapai 60 ribu kunjungan wisatawan, tapi tahun ini hanya sekitar 40 ribu kunjungan wisatawan," ujar Ketua Koperasi Noto Wono selaku pengelola 11 obyek wisata alam di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Purwo Harsono kepada wartawan, Sabtu (8/6/2019).

Lanjut pria yang kerap disapa Ipung ini, penurunan tersebut diduga karena barikade yang terpasang di simpang 4 jalur Patuk-Dlingo, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Menurutnya, pemasangan barikade berupa road barrier itu membuat bus besar tidak bisa berbelok ke jalur Patuk-Dlingo.

"Memang di persimpangan Patuk menuju Dlingo itu sering macet kalau tidak diberi barikade. Tapi tolong jangan dadakan seperti ini, kan bisa dicarikan jalur alternatif lainnya dulu, karena kalau seperti ini bus pariwisata harus memutar jauh untuk masuk ke jalur Patuk-Dlingo," ucapnya.

"Belum lagi kalau memutar bisa menimbulkan kemacetan di Jalan Wonosari-Jogja, dan itu bisa membuat bus-bus besar itu terpaksa harus ke Gunungkidul, padahal tujuan awalnya ke Dlingo," sambung Ipung.

Padahal, selama libur lebaran tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) dan polres Bantul telah menyarankan agar bus besar yang hendak menuju Puncak Becici melintasi jalur Patuk-Dlingo. Hal itu untuk mencegah bus besar melintasi jalur Imogiri-Dlingo dan jalur Pleret-Dlingo via Cino Mati.

"Pemasangan barikade itu (di simpang 4 Patuk) sudah dari hari H lebaran sampai hari ini, mungkin itu kebijakan Pemkab Gunungkidul agar arus lalin (lalu lintas) Wonosari-Jogja tidak macet," katanya.

"Tapi kalau terus-terusan kan bisa berdampak ke pelaku wisata (di Kecamatan Dlingo), padahal dari Pemkab Bantul sudah menyarankan bus besar lewat situ (jalur Patuk-Dlingo) kalau mau ke Puncak Becici atau Mangunan," imbuh Ipung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar