Rabu, 22 Januari 2020

Ini Gua yang Jadi Favorit Pemudik di Cirebon

 Tak sedikit traveler yang mudik ke Cirebon. Di kalangan traveler, Gua Sunyaragi yang sarat sejarah ini wajib didatangi di Cirebon.
Cirebon yang akrab disapa kota udang ini memiliki banyak peninggalan yang artistik. Dengan berkendara menggunakan ojek online membutuhkan waktu 15 menit dari stasiun Cirebon untuk sampai ke Gua Sunyaragi. Setelah sampai pengunjung akan disambut dengan guide lokal yang ramah dan loket pembelian tiket. Harga tiket masuk Rp 20.000.

Jika kalian sangat tertarik dan ingin mengetahui sejarah Gua Sunyaragi, jangan ragu untuk menyewa guide. Konon, Gua Sunyaragi didirikan untuk tempat meditasi dan beristirahat para sultan dan keluarganya.

Asal muasal pendirian Gua Sunyaragi terdapat 2 versi yang beredar, yakni versi carub kanda (didirikan turun temurun oleh bangsawan Cirebon) dan versi caruban nagari yang didirikan tahun 1703 Masehi oleh Pangeran Kararangen yang merupakan cicitnya Sunan Gunung Jati.

Gua Sunyaragi ini tidak dibangun dari bebatuan melainkan dari batu karst yang diambil dari sumber yang berbeda-beda. Komplek Gua Sunyaragi cukup luas, terlihat dari beberapa tempat yang tersebar dengan pusat bangunan ada di tengah.

Selain memiliki arsitektur yang indah, Gua Sunyaragi pun kental dengan kesakralannya. Terbukti dengan terdapat beberapa ruangan untuk bertapa dan beribadah. Selain itu, terdapat Patung Perawan Sunti yang terletak di depan Gua Peteng dan Gua Mande Beling.

Mitosnya jika pengunjung tidak sengaja memegang bagian kepala Patung Perawan Sunti maka akan sulit mendapatkan jodoh. Mitos ini berasal dari Patung Perawan Sunti yang angkuh dan tidak ingin menikah. Patung Perawan Sunti di bangun pada abad ke 19 di mana bertujuan untuk mengingatkan agar tidak memiliki rasa sombong dan angkuh dengan kelebihan yang dimilikinya.

Bagaimana pun, sejarah tersebut merupakan bagian dari keindahan arsitektur Gua Sunyaragi di Cirebon. Beberapa sudut bangunan yang sangat klasik di bagian depan, merupakan sudut yang cocok untuk diabadikan.

Ini 4 Hal Menarik di Rest Area KM 260B Banjaratma Brebes

 Pemudik yang akan kembali ke Jakarta bisa mampir ke Rest Area KM 260B Banjaratma di Brebes. Berikut 4 hal menarik yang bisa ditemui di sana.

Dioperasikan sejak 17 Maret 2019 lalu, kehadiran Rest Area KM 260B Banjaratma di Tol Pejagan - Pemalang mulai dilirik perhatian. Di musim lebaran ini, namanya mulai dibicarakan para pemudik.

Digadang-gadang sebagai rest area terindah di Indonesia, eks pabrik gula PG Banjaratma ini juga punya banyak hal menarik. Dihimpun detikcom, Minggu (9/6/2019), berikut 4 hal menarik yang bisa traveler temui di sana:

1. Bangunan Cagar Budaya

Sejarahnya, dahulu eks pabrik gula itu beroperasi di tahun 1913 di bawah Belanda. Pabrik gula tersebut didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908.

Pabrik yang terletaknya di Desa Banjaratma atau sekitar 5 kilometer sebelah barat kota Brebes, mulai beroperasi pada 1913. Keberadaannya dulu menjadi lapangan pekerjaan bagi sebagian warga desa.

Sayang, akhirnya pabrik harus gulung tikar di tahun 1998 akibat tingginya biaya operasional. Tak berapa lama, bangunan itu pun ditetapkan sebagai cagar budaya.

Dari yang tadinya tak terurus, sinergi BUMN pun melirik PG Banjaratma karena lokasinya yang dekat sekali dengan jalan tol. Pemugaran pun dimulai hingga saat ini walau belum beres 100%. Namun, PG Banjaratma kembali berdenyut sebagai rest area kini.

2. Gerai UMKM

Hidup kembali sebagai rest area, eks pabrik gula PG Banjaratma ini juga menjadi etalase produk lokal bagi para traveler. Memiliki luas 11 hektare, total ada 64 stan UMKM dan 52 stan usaha kategori besar di sini.

Stannya pun bervariasi dari penjual makanan dan minuman, hingga produk lokal dari UMKM binaan BUMN selaku pengembang rest area. Ada banyak pilihan dan semua dijual dengan harga yang cukup kompetitif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar