Selasa, 21 Januari 2020

Liburan Kali Ini, Bantul Mengalami Penurunan Kunjungan

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat 237.170 wisatawan datang ke objek wisata di Bumi Projotamansari. Tapi, ada penurunan kunjungan di Kecamatan Dlingo.

Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, selama masa liburan dari tanggal 6 Juni hingga 16 Juni, Dinpar menargetkan 269 ribu wisatawan mengunjungi tempat wisata Pantai di Bantul. Menurutnya, target tersebut akan tercapai di penghujung liburan besok.

"Insyaallah tercapai, karena data kunjungan wisata berertibusi dari tanggal 5 sampai kemarin (Rabu 11/6/2019) tercatat sudah ada 237.170 wisatawan yang datang ke Bantul," ujarnya kepada detikcom, Rabu (12/6/2019).

Kwintarto melanjutkan, jumlah kunjungan itu terdiri dari 173.200 wisatawan ke kawasan Pantai Parangtritis, 61.086 orang ke kawasan Pantai Samas dan 2.984 orang yang berkunjung ke Goa Selarong dan Goa Cerme. Sedangkan untuk pendapatan dari sektor wisata selama masa liburan ini mencapai miliaran rupiah.

"Untuk pendapatan dari sektor wisata, terhitung sampai kemarin sudah mencapai sekitar Rp 2,2 miliar," kata Kwintarto.

Namun, di balik jumlah kunjungan yang hampir mencapai target, Kwintarto mengaku ada penurunan kunjungan di objek-objek wisata Kecamatan Dlingo. Menurutnya, penurunan kunjungan wisata itu karena banyak bus besar yang tidak bisa melintas di jalur Patuk-Dlingo.

"Saya belum dapat data pastinya, tapi penurunan (kunjungan wisata) cukup banyak terjadi di kawasan Dlingo, itu akibat di portal (pemasangan road barrier di simpang 4 Patuk) di jalur masuk Patuk-Dlingo," ucapnya.

"Karena ada keluhan dari wisatawan juga, jadi (bus besar yang membawa wisatawan ke Dlingo) mengalami kesusahan saat mau belok kanan (ke jalur Patuk-Dlingo). Terus kalau mau putar balik jaraknya 3 kilometer dan bisa memicu macet, sehingga dari wisatawan pun dalam tanda kutip ada yang gelo (kecewa) karena rencana yang mau ke Dlingo tidak jadi," imbuh Kwintarto.

Padahal, jalur Patuk-Dlingo merupakan jalur yang disiapkan Pemkab Bantul untuk bus besar yang hendak menuju objek wisata di Kecamatan Dlingo. Namun dalam realisasinya, jalur tersebut tidak bisa dimaksimalkan karena pemasangan road barrier di tengah-tengah jalur Jogja-Wonosari.

Sehingga, ke depannya Dinpar Bantul akan berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul. Di mana tujuannya mencari solusi terkait penyelesaian masalah tersebut.

"Patuk itu masuk Gunungkidul dan memang belum ada koordinasi (dengan Pemkab Gunungkidul). Kita juga tidak cari siapa yang salah dan benar, tapi menurut saya kedepannya perlu ada evaluasi bersama. Intinya tidak saling menyalahkan, kita saling mendukung kok," pungkasnya.

Perth Bangun Toilet Rp 4 M Hanya Untuk Pengguna Instagram

Kota Perth serius menggarap wisatanya hingga ke pembangunan toilet. Buktinya, ada pembangunan toilet dengan biaya Rp 4 M demi turis yang suka main Instagram.

Hmmm.... melansir CNN, Kamis (13/6/2019), diketahui bahwa objek wisata paling banyak difoto di Perth, Australia bukanlah monumen, karya seni publik, atau situs UNESCO. Jawabannya adalah Crawley End Boat Shed, sebuah rumah kayu apung berwarna biru terang.

Berkat popularitasnya di Instagram, gudang biru kecil ini telah menjadi masalah utama di sana. Negara bagian Australia Barat akan menghabiskan ratusan ribu dolar Australia untuk membangun toilet umum di dekatnya agar dapat mengakomodasi banyaknya wisatawan yang datang.

Mereka yang datang ke sana hanya untuk mengunggahnya ke media sosial. Tidak seperti banyak lokasi foto populer lainnya di kota ini, Crawley End Boat Shed tidak berada di lokasi yang mudah dijangkau.

Terletak di aliran Sungai Swan, latar belakangnya terbilang cantik untuk sebagian besar foto yang diambil di sini. Crawley End Boat Shed tak jauh dari Mounts Bay Road, salah satu jalan tersibuk di Perth.

Untuk mengunjungi gudang kapal itu, sebagian besar wisatawan memarkir di jalan perumahan terdekat, lalu menyeberangi Mounts Bay Road dengan berjalan kaki. Mengingat ini adalah jalan raya utama dengan mobil-mobil yang melintas di kedua arah, ini bisa menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus berbahaya.

Pada 28 Mei, Dewan Kota Perth telah bertemu untuk membahas masalah overtourism di Crawley End Boat Shed. "Telah ada peningkatan kunjungan selama beberapa tahun terakhir ke daerah ini. Mereka menggunakan bus wisata hingga yang menggunakan mobil pribadi hanya untuk mengambil foto," lapor dewan.

"Fasilitas umum terdekat terletak di Narrows Gardens yang berjarak 2,4 kilometer," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar