Kereta bandara menuju Soekarno Hatta memang telah beroperasi sejak 2 Januari 2018 lalu. Tapi apakah d'traveler sudah pernah mencobanya? Dan seperti apakah penampakan keretanya?
Sebagai salah satu alternatif transportasi menuju Bandara Soetta (Soekarno Hatta), kita bisa berbangga dengan kereta ini. Kereta bandara ini beroperasi dari Bandara Soekarno Hatta ke beberapa stasiun yaitu Batu Ceper, Duri, BNI City, Bekasi dan sebaliknya.
Saat ini jadwal keberangkatan kereta adalah setiap setengah jam, dari bandara ke BNI city mulai pukul 6.20 hingga 23.20 sedangkan dari BNI city ke bandara mulai pukul 4.51 hingga 21.51. Lama perjalanan sekitar 46 menit.
Untuk jurusan Bekasi tidak terdapat di setiap jam, dari Bandara hanya terdapat pukul 7.50, 8.50, 10.50 dan 11.50. Sedangkan dari Bekasi pukul 10.05, 11.10, 13.13 dan 14.11. Perjalanan memakan waktu sekitar 1.5 jam.
Harga tiketnya beragam tergantung jarak. Dari bandara ke Batu Ceper Rp 35 ribu sedangkan ke Stasiun Duri dan BNI city sebesar Rp 70 ribu. Untuk Bekasi, tarifnya Rp 100 ribu.
Tiket dapat dibeli secara online ataupun langsung di mesin tiket di stasiun. Hanya saja tiket harus dibayar menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit, tidak bisa menggunakan cash. Tidak butuh waktu lama untuk membeli tiket dari vending machine ini, cukup dengan memilih jadwal, masukkan nomor telepon kemudian masukkan kartu kita di mesin EDC. Jika kita memerlukan bantuan, terdapat petugas yang siap sedia untuk membantu.
Kereta bandara ini sangat nyaman. Terdapat kompartemen di atas kursi penumpang, rak khusus untuk menyimpan koper, toilet juga USB port di tiap kursi. Kita juga bisa membaca majalah keluaran railink 'Travelink' selama perjalanan yang menurut saya cukup detail membahas suatu destinasi perjalanan.
Di stasiun kereta sendiri tak kalah nyaman. Tempat menunggu di Stasiun Kereta Bandara Soetta misalnya, disediakan cukup banyak tempat duduk nyaman dan juga phone charging.
Oh iya, jangan lupa menyimpan tiket kereta hingga stasiun tujuan ya d'traveler, karena kita harus mentap tidak hanya saat masuk tapi juga keluar stasiun. Selamat mencoba!
Liburan Kali Ini, Bantul Mengalami Penurunan Kunjungan
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat 237.170 wisatawan datang ke objek wisata di Bumi Projotamansari. Tapi, ada penurunan kunjungan di Kecamatan Dlingo.
Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, selama masa liburan dari tanggal 6 Juni hingga 16 Juni, Dinpar menargetkan 269 ribu wisatawan mengunjungi tempat wisata Pantai di Bantul. Menurutnya, target tersebut akan tercapai di penghujung liburan besok.
"Insyaallah tercapai, karena data kunjungan wisata berertibusi dari tanggal 5 sampai kemarin (Rabu 11/6/2019) tercatat sudah ada 237.170 wisatawan yang datang ke Bantul," ujarnya kepada detikcom, Rabu (12/6/2019).
Kwintarto melanjutkan, jumlah kunjungan itu terdiri dari 173.200 wisatawan ke kawasan Pantai Parangtritis, 61.086 orang ke kawasan Pantai Samas dan 2.984 orang yang berkunjung ke Goa Selarong dan Goa Cerme. Sedangkan untuk pendapatan dari sektor wisata selama masa liburan ini mencapai miliaran rupiah.
"Untuk pendapatan dari sektor wisata, terhitung sampai kemarin sudah mencapai sekitar Rp 2,2 miliar," kata Kwintarto.
Namun, di balik jumlah kunjungan yang hampir mencapai target, Kwintarto mengaku ada penurunan kunjungan di objek-objek wisata Kecamatan Dlingo. Menurutnya, penurunan kunjungan wisata itu karena banyak bus besar yang tidak bisa melintas di jalur Patuk-Dlingo.
"Saya belum dapat data pastinya, tapi penurunan (kunjungan wisata) cukup banyak terjadi di kawasan Dlingo, itu akibat di portal (pemasangan road barrier di simpang 4 Patuk) di jalur masuk Patuk-Dlingo," ucapnya.
"Karena ada keluhan dari wisatawan juga, jadi (bus besar yang membawa wisatawan ke Dlingo) mengalami kesusahan saat mau belok kanan (ke jalur Patuk-Dlingo). Terus kalau mau putar balik jaraknya 3 kilometer dan bisa memicu macet, sehingga dari wisatawan pun dalam tanda kutip ada yang gelo (kecewa) karena rencana yang mau ke Dlingo tidak jadi," imbuh Kwintarto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar