Selasa, 21 Januari 2020

Ganja dan Makam Misterius di Pedalaman Himalaya

Sebuah makam berusia 2500 tahun ditemukan di pedalaman Himalaya. Yang bikin misterius, ada kandungan ganja di makamnya.

Dilansir dari CNN, Kamis (13/6/2019) baru-baru ini para peneliti dari Science Advances menemukan makam di pedalaman Himalaya. Tepatnya di Pegunungan Pamir, yang masih masuk dalam rangkaian Pegunungan Himalaya yang berada di perbatasan Pakistan dan China.

Para peneliti dari China dan Jerman menilai, makam tersebut usianya sudah 2500 tahun. Tentu, penemuan makamnya akan diteliti lebih jauh tentang bagaimana kehidupan manusia ribuan tahun lalu di sekitar Pegunungan Himalaya.

Namun hal menarik lainnya adalah, terdapat kandungan ganja di dalam tungku-tungku kayu dan di kerangka-kerangka manusianya!

Para peneliti mengungkapkan, ganja digunakan dalam upacara kematian atau ketika hendak mengubur seseorang. Ganja, mungkin sebagai media untuk berkomunikasi dengan roh atau leluhur.

"Ganjanya dibakar dalam suatu tungku dari kayu di atas bara api. Kemudian dihirup di ruangan tertutup," ujar Nicole Boivin, peneliti dari Max Planck Institute for the Science of Human History.

Tanaman ganja menghasilkan senyawa aktif dalam jumlah yang lebih besar ketika tumbuh pada ketinggian yang lebih tinggi. Usut punya usut, tanaman ganja sudah digunakan oleh manusia di sekitar kawasan Asia bagian timur sejak 4000 tahun Sebelum Masehi.

"Menemukan bukti seperti ini adalah seperti mencari jarum di tumpukan jerami," kata Nicole Boivin.

Para peneliti pun akan meneliti lebih dalam tentang penggunaan ganja tersebut. Bahkan bisa saja, tanaman ganja dari wilayah pedalaman Himalaya itu pernah eksis kala masanya Jalur Sutra.

"Prespektif tentang ganja di zaman modern sangat berbeda dengan zaman dulu, yang merupakan bentuk budaya dan tradisi. Tetapi jelas, ganja memiliki sejarah panjang tentang ilmu medis, ritual dan lainnya selama ribuan tahun lamanya," kata peneliti lainnya, Robert Spengler.

Naik Kereta Bandara ke Soekarno Hatta, Asyik Juga

Kereta bandara menuju Soekarno Hatta memang telah beroperasi sejak 2 Januari 2018 lalu. Tapi apakah d'traveler sudah pernah mencobanya? Dan seperti apakah penampakan keretanya?

Sebagai salah satu alternatif transportasi menuju Bandara Soetta (Soekarno Hatta), kita bisa berbangga dengan kereta ini. Kereta bandara ini beroperasi dari Bandara Soekarno Hatta ke beberapa stasiun yaitu Batu Ceper, Duri, BNI City, Bekasi dan sebaliknya.

Saat ini jadwal keberangkatan kereta adalah setiap setengah jam, dari bandara ke BNI city mulai pukul 6.20 hingga 23.20 sedangkan dari BNI city ke bandara mulai pukul 4.51 hingga 21.51. Lama perjalanan sekitar 46 menit.

Untuk jurusan Bekasi tidak terdapat di setiap jam, dari Bandara hanya terdapat pukul 7.50, 8.50, 10.50 dan 11.50. Sedangkan dari Bekasi pukul 10.05, 11.10, 13.13 dan 14.11. Perjalanan memakan waktu sekitar 1.5 jam.

Harga tiketnya beragam tergantung jarak. Dari bandara ke Batu Ceper Rp 35 ribu sedangkan ke Stasiun Duri dan BNI city sebesar Rp 70 ribu. Untuk Bekasi, tarifnya Rp 100 ribu.

Tiket dapat dibeli secara online ataupun langsung di mesin tiket di stasiun. Hanya saja tiket harus dibayar menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit, tidak bisa menggunakan cash. Tidak butuh waktu lama untuk membeli tiket dari vending machine ini, cukup dengan memilih jadwal, masukkan nomor telepon kemudian masukkan kartu kita di mesin EDC. Jika kita memerlukan bantuan, terdapat petugas yang siap sedia untuk membantu.

Kereta bandara ini sangat nyaman. Terdapat kompartemen di atas kursi penumpang, rak khusus untuk menyimpan koper, toilet juga USB port di tiap kursi. Kita juga bisa membaca majalah keluaran railink 'Travelink' selama perjalanan yang menurut saya cukup detail membahas suatu destinasi perjalanan.

Di stasiun kereta sendiri tak kalah nyaman. Tempat menunggu di Stasiun Kereta Bandara Soetta misalnya, disediakan cukup banyak tempat duduk nyaman dan juga phone charging.

Oh iya, jangan lupa menyimpan tiket kereta hingga stasiun tujuan ya d'traveler, karena kita harus mentap tidak hanya saat masuk tapi juga keluar stasiun. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar