Nama Chernobyl terangkat lagi lewat serial TV. Tapi ketenaran itu dimanfaatkan oleh beberapa selebgram yang berpose seksi di Chernobyl. Mereka pun dikecam.
Chernobyl adalah sebuah kota di Ukraina yang pernah mengalami tragedi nuklir yang amat parah di tahun 1986. Kebocoran reaktor nuklir membuat ribuan orang meninggal dan lebih dari 100 ribu orang mengungsi.
Tingkat radiasi di Chernobyl pun dikabarkan 400 kali lebih tinggi dari bom atom Hiroshima. Belakangan, nama Chernobyl terangkat kembali ke publik berkat serial TV populer yang tayang di HBO.
Ketenaran Chernobyl membuat beberapa orang selebgram tertarik berkunjung ke sana dan membuat konten. Sayangnya, bukan konten edukasi yang dibuat para selebgram ini, tapi justru mereka berpose seksi pakai bikini.
Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Kamis (13/6/2019), aksi para selebgram cantik dari Rusia ini pun mendapat kecaman dari para netizen. Mereka dianggap tidak beretika, bodoh, dan tidak menaruh simpati kepada para korban tragedi Chernobyl.
"Orang-orang meninggal di sana dengan cara yang tragis, tolong hormati mereka," salah satu komentar netizen.
"Foto ini sangat tidak menghormati mereka yang meninggal di sini. Seberapa tidak sensitif kamu?" sambung netizen lainnya.
Craig Mazin, penulis serial Chernobyl padahal sudah berpesan kepada para followersnya di Twitter. Craig berpesan, siapapun yang berkunjung ke Chernobyl setelah menonton serial TV-nya, harap menghormati apa yang sudah terjadi di sana.
"Kalau kalian datang berkunjung, tolong ingat bahwa di sini (Chernobyl -red) pernah terjadi tragedi yang memilukan," tulis Craig.
Setelah tragedi nuklir tersebut, Chernobyl memang seperti kota mati, kosong ditinggalkan para penghuninya. Tapi bukan berarti kota ini tidak bisa dikunjungi. Beberapa operator tur cukup berani membuka paket wisata ke kota hantu ini.
Ganja dan Makam Misterius di Pedalaman Himalaya
Sebuah makam berusia 2500 tahun ditemukan di pedalaman Himalaya. Yang bikin misterius, ada kandungan ganja di makamnya.
Dilansir dari CNN, Kamis (13/6/2019) baru-baru ini para peneliti dari Science Advances menemukan makam di pedalaman Himalaya. Tepatnya di Pegunungan Pamir, yang masih masuk dalam rangkaian Pegunungan Himalaya yang berada di perbatasan Pakistan dan China.
Para peneliti dari China dan Jerman menilai, makam tersebut usianya sudah 2500 tahun. Tentu, penemuan makamnya akan diteliti lebih jauh tentang bagaimana kehidupan manusia ribuan tahun lalu di sekitar Pegunungan Himalaya.
Namun hal menarik lainnya adalah, terdapat kandungan ganja di dalam tungku-tungku kayu dan di kerangka-kerangka manusianya!
Para peneliti mengungkapkan, ganja digunakan dalam upacara kematian atau ketika hendak mengubur seseorang. Ganja, mungkin sebagai media untuk berkomunikasi dengan roh atau leluhur.
"Ganjanya dibakar dalam suatu tungku dari kayu di atas bara api. Kemudian dihirup di ruangan tertutup," ujar Nicole Boivin, peneliti dari Max Planck Institute for the Science of Human History.
Tanaman ganja menghasilkan senyawa aktif dalam jumlah yang lebih besar ketika tumbuh pada ketinggian yang lebih tinggi. Usut punya usut, tanaman ganja sudah digunakan oleh manusia di sekitar kawasan Asia bagian timur sejak 4000 tahun Sebelum Masehi.
"Menemukan bukti seperti ini adalah seperti mencari jarum di tumpukan jerami," kata Nicole Boivin.
Para peneliti pun akan meneliti lebih dalam tentang penggunaan ganja tersebut. Bahkan bisa saja, tanaman ganja dari wilayah pedalaman Himalaya itu pernah eksis kala masanya Jalur Sutra.
"Prespektif tentang ganja di zaman modern sangat berbeda dengan zaman dulu, yang merupakan bentuk budaya dan tradisi. Tetapi jelas, ganja memiliki sejarah panjang tentang ilmu medis, ritual dan lainnya selama ribuan tahun lamanya," kata peneliti lainnya, Robert Spengler.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar