Senin, 20 Januari 2020

Warga Venesia Demo, Tolak Kapal Pesiar!

Warga Venesia turun ke jalan. Mereka menolak kedatangan kapal pesiar, pasca kecelakaan kapal pesiar menabrak dermaga dan membuat 4 orang terluka.

Dilansir BBC News, Rabu (19/6/2019) ribuan warga Venesia baru-baru ini turun ke jalan dan kanal-kanal. Mereka berdemonstrasi menolak kapal pesiar masuk ke Venesia!

Sebabnya di awal bulan Juni ini, suatu kapal pesiar menabrak dermaga Giudecca di San Basilio. 4 Orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka.

Demi tidak terulangi di masa depan, oleh sebab itu warga Venesia menolak kapal pesiar masuk ke dermaga-dermaga di Venesia. Banyak dari mereka menilai, sejatinya dermaga di Venesia yang kecil pun dirasa kurang 'kuat' didatangi kapal-kapal pesiar yang besar.

"Kecelakaan kemarin adalah bukti kapal pesiar berbahaya datang ke sini. Ini rumah kita, tempat hidup kita," kata salah seorang warga Venesia, Tommaso Cacciari.

"Jika kita ingin menyelamatkan Venesia kita seharusnya tidak membiarkan kapal-kapal pesiar itu masuk. Mengerikan!" ujar warga lainnya.

Spanduk bertuliskan 'No big ships' dan 'Keep large boats out of the lagoon' dibentangkan. Warga Venesia berharap, pemerintah kota dapat secepatnya mengambil tindakan untuk membuat aturan larangan masuk bagi kapal pesiar.

Sedangkan dari pemerintah kotanya sendiri dan pemerintah Italia, hal tersebut masih terus dikaji. Memang, kedatangan kapal pesiar pasti mendatangkan banyak devisa. Hanya saja, keamanan dan kenyamanan warga di Venesia juga harus dipertimbangkan.

Indonesia Naik 14 Peringkat dalam Negara Paling Damai Dunia

Vision of Humanity merilis data tentang daftar negara paling aman dan damai di dunia. Indonesia naik tajam 14 peringkat dari tahun sebelumnya.

Dilihat detikcom dari situs resmi Vision of Humanity, Rabu (19/6/2019) mereka menveluarkan penilaian tahunan Global Peace Index. Ada sejumlah negara yang dianggap paling aman dan damai. Islandia misalnya, yang menjadi juara bertahan 3 tahun belakangan di posisi pertama.

Selanjutnya, disusul dengan Selandia Baru yang juga jadi juara bertahan posisi ke-2. Kemudian, disusul dengan Portugal yang naik 2 peringkat dan Austria di posisi ke-4.

Indonesia pun masuk ke daftar dari total 163 negara yang dinilai. Ternyata, Indonesia berhasil menduduki posisi ke-41. Posisi ini naik 14 peringkat dari tahun sebelumnya, 2018, yakni posisi ke-55, alias naik pesat.

Ada 3 aspek penilaian yang jadi acuan utama. Yakni konflik domestik dan internasional yang sedang dialami negara tersebut, keamanan sosial serta faktor militer.

Dari 3 aspek tersebut, bercabang ke berbagai faktor yang lebih luas. Seperti jumlah konflik internal dan eksternal, kematian yang dialami akibat kejadian kriminalitas, kondisi politik, personel militer, dan penjagaan negara.

Indonesia ternyata mengalahkan sejumlah negara seperti Britania Raya, Korea Selatan, Yunani, Vietnam dan Prancis. Britania Raya berada di posisi ke-45, Korea Selatan posisi 55, Prancis ke-60 dan Yunani ke-65.

Jika dirangkum posisi 40 sampai 50, Indonesia berhasil mengalahkan sejumlah negara seperti Mongolia, Kuwait, Laos dan Britania Raya.

Dalam 10 posisi tersebut, ada sejumlah negara. Yakni Malawi, Indonesia, Mongolia, Kuwait, Ghana, Laos, Britania Raya, Panama, Timor Leste, Zambia dan Serbia.

Berikut selengkapnya, 15 negara paling aman dan damai di dunia dan posisi Indonesia versi data Global Peace Index:

1. Islandia
2. Selandia Baru
3. Portugal
4. Austria
5. Denmark
6. Kanada
7. Singapura
8. Slovenia
9. Jepang
10. Republik Ceko
11. Swiss
12. Irlandia
13. Australia
14. Finlandia
15. Bhutan
.
.
.
41. Indonesia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar